Sosialisasi Resmi Revitalisasi Taman Jurug Masih Ngambang, Pedagang Andalkan Informasi Medsos

oleh
PKL
Selter Pedagang Kaki Lima (PKL) di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Jebres, Solo, Kamis (30/1/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Hingga kini 183 pedagang kaki lima (PKL) yang tergabung dalam selter Paguyuban Bakul Taman Jurug (PBTJ) belum menerima sosialisasi terkait mekanisme penempatan PKL di TSTJ oleh pihak pengelola. Padahal Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengumumkan penutupan TSTJ diundur hingga Agustus mendatang pada Kamis (30/6/2022).

Humas PBTJ, Sudarno mengatakan, selama belum ada surat edaran, ia dan 182 pedagang lainnya tetap akan melajutkan aktivitas berdagang seperti biasa. Menginginkan adanya kejelasan, pihaknya meminta kepada pihak pengelola agar memberikan pemberitahuan kepada pedagang jika TSTJ jika akan dilakukan penutupan sementara. Melalui Surat Edaran (SE) ataupun undangan pertemuan para pedagang berharap agar nantinya nasib mereka dapat jelas dan direncanakan dari sekarang.

“Ya selama belum ada edaran dari penggelola kita jalan terus, kalau sudah ada SE dari wali kota Jurug tidak menerima pengunjung, ya kita proaktif, yang penting sebelum ditutup kita dikasih dikasih penjelasan yang konkret, biar tahu anggota saya seperti apa nanti, keberadaan mereka setelah dibangun gimana, kan mereka juga pengin tahu. Kalau kita sudah menerima undangan pedagang itu nanti kita ajak bicara, kalau bisa mereka juga dilibatkan, tegasnya.

Masih mengambang, para PKL hanya mengandalkan informasi revitalisasi dari media sosial. Bagi para PKL, mereka merupakan komponen yang tak dapat dipisahkan dari TSTJ. Rata-rata para PKL ini sudah menempati TSTJ selama 30 tahunan lebih. Sehingga apabila wajah TSTJ makin bersinar nantinya mereka ingin keberadaannya tak dilupakan. Pihaknya tak mempermasalahkan penutupan TSTJ yang dilakukan usai libur sekolah demi kepentingan bersama.

“Dari pihak penggelola belum menyurati paguyuban, masih ngambang. Ya kalau kita sebagai pedagang, kalau ini dibangun silakan, tetapi kita mikir dari segi faktor yang lain pengunjung masih banyak masa-masa liburan, kalau bisa sehabis tanggal 11 Juli, kalau itu nanti pengunjung sudah menurun dari hari-hari biasanya, selama bulan-bulan itu nggak masalah untuk PKL, wong itu juga untuk kepentingan bersama,” terangnya.

Meskipun kabar penutupan TSTJ ini telah menyita perhatian selama beberapa waktu terakhir, pasalnya ia tak mendapat pertanyaan dari para pengunjung mengenai penutupan. Menurutnya tak banyak pengunjung yang bertanya lantaran pengunjung berasal dari berbagai kota.

“Kalau pengunjung belum tahu, mereka kan kebanyakan dari luar kota, kalau media itu kan hanya Solo saja, jadi mungkin tidak terekspos,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama TSTJ, Bimo Wahyu Widodo saat ditemui MettaNEWS di danau TSTJ, mengatakan pihaknya juga belum mengetahui informasi revitalisasi secara detail lantaran semua informasi bersumber pada Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

“Nggak, tanya Mas Wali saja, saya hanya menjalankan perintah daripada nanti saya salah, sabar ya, saya bagian teknis saja,” kata Bimo Kamis, (30/6/2022).

Pihaknya yang hanya menjalankan teknis menyebut saat ini danau TSTJ sudah dikeringkan untuk mengetahui volume air dan lumpur yang akan dibuang untuk revitalisasi.

“Danau yang dikeringkan ada berapa volume yang dibuang, baru ini. Dikeringkan ternyata endapannya banyak banget, kita mau hitung volumenya berapa yang dikeruk berapa alat alatnya apa ini kita nunggu kalau nggak dikeringkan nggak tahu volumenya,” katanya.

Saat ditanya mengenai kapan waktu sosialisasi revitalisasi ke para PKL, Ia kembali menegaskan bahwa Gibran yang memegang keputusan strategis revitalisasi TSTJ. Sehingga pihaknya hanya akan menunggu arahan yang datang apabila harus menjalankan revitalisasi atau penutupan objek wisata.

“Nunggu kabar final Dari Mas Nunggu kabar final Dari Mas Walikota, Sabar rumiyen, Monggo ke beliau, Karena keputusan strategist di beliau, Saya menjalankan keputusan yang beliau tetapkan. Ketemu beliau perintah jalan, tutup gitu saja,” tutupnya.