Solo Preneur, Lahir di Masa Susah tapi Sukses Mengangkat Potensi UMKM

Maliyana Nur Wijayanti, Solo Preneur
Maliyana Nur Wijayanti di depan display salah satu UMKM anggota Solo Preneur | MettaNews/Ari Kristyono

SOLO, MettaNEWS – Solo Preneur, sekelompok pebisnis kecil nan kreatif di Kota Solo, setahun lalu lahir dari sesaknya himpitan Pandemi Covid-19. Tak dinyana, kondisi serba sulit saat itu justru membuka jalan rezeki yang mampu membuat sejumlah UMKM naik kelas.

“Kami memang lahir dari kondisi yang kurang bagus, pandemi membuat UMKM tidak bisa berjualan. Maka, waktu itu kami menggagas untuk menggandeng hotel-hotel. Kondisinya sama, tapi hotel kan tetap harus beraktivitas dan siap melayani tamu,” papar Maliyana Nur Wijayanti, penggagas Solo Preneur.

Minggu (15/1/2023), Solo Preneur merayakan ulang tahunnya di Dalem Djojokusuman, Gajahan, Solo. Wakil Wali Kota Teguh Prakosa bersama sejumlah pejabat dan tokoh pengusaha hadir dalam acara yang meriah. Acara tersebut juga menyertakan sejumlah acara seperti beauty class, lomba lato-lato, hingga bazaar produk-produk UMKM.

Hadir juga Inamikro yang membantu pebisnis kecil untuk pengurusan perizinan, NIB, PIRT dan Digital Financial. Ditambah lagi workshop cara pembuatan batik cap , ekoprint, berbagai aksesoris serta membuat mainan anak dari limbah yang tidak terpakai menjadi bernilai jual.

Kembali ke babak awal lahirnya Solo Preneur, Maliyana mengisahkan, ternyata pilihan menitipkan produk di hotel-hotel menjadi Langkah yang tepat.

“Hasilnya ternyata enggak jelek. Tamu-tamu hotel ternyata masih ada karena, tapi tidak berani keliling kota karena pandemi, maka mereka memilih berbelanja produk kami yang tersedia. Ini menggembirakan sekali,” ujarnya.

Solo Preneur, Terus Mengembangkan Diri

Sejak itu, semakin banyak anggota yang bergabung. Dari awal 20, hingga saat ini sudah menjadi sekitar 60 pebisnis kecil dengan aneka produk.

“Syarat bergabung, yang bisa menjadi anggota kami hanya produsen, dan ada nilai kreatif dalam produk,” imbuh perempuan yang juga aktif di Kadar Dagang Indonesia (Kadin) Solo itu.

Tentu, Solo Preneur terus mengupayakan anggotanya bisa mengembangkan diri. Mereka menggandeng sejumlah pihak untuk bekerja sama, seperti memberikan pelatihan, promo, pameran dan lain sebagainya.

Maka, sejumlah UMKM yang bergabung pun merasakan dukungan yang tidak kecil. Misalnya, ada beberapa pebisnis kecil yang awalnya tak dikenal siapa pun, saat ini sudah mampu ikut dalam pameran Inacraft di Jakarta.

“Ini tentu kemajuan yang menggembirakan. Ke depan, saya berharap bisa bekerja sama dengan lebih banyak pihak. Sekarang mungkin menggandeng hotel untuk menjadi mitra, juga kami bermitra dengan Pegadaian. Saya harap kami bisa meluas, misalnya saya melihat peluang di pasar tradisional. Pemerintah sudah banyak membangun pasar yang cantik, tapi masih ada space kosong, akan coba kami manfaatkan,” tutupnya.