40% Omzet UMKM Pekalongan dari Ekspor, Ungkap Strategi Tembus Pasar Luar Negeri Bersama Shopee

oleh
oleh
Terus mendukung UMKM mengukir prestasi di pasar dunia, pemerintah menargetkan kenaikan ekspor UMKM nasional hingga mencapai angka 17% di tahun 2024 |MettaNEWS / Puspita

JAKARTA, MettaNEWS – Produk buatan dalam negeri terus menjadi incaran masyarakat luar negeri. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia kian menunjukkan taringnya di panggung dunia. Untuk terus mendukung UMKM mengukir prestasi di pasar global, pemerintah menargetkan kenaikan ekspor UMKM nasional hingga mencapai angka 17% di tahun 2024.

Meskipun UMKM yang melakukan ekspor terus meningkat, menembus pasar ekspor masih menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian besar pelaku UMKM. Kompetisi dengan produk luar menjadi salah satu tantangan. Pelaku UMKM dituntut memiliki produk berdaya saing tinggi dengan harga yang terjangkau sesuai dengan kebutuhan dan preferensi target sasaran audiens. Hal ini penting dilakukan untuk memenangkan perhatian dari para pelanggan di negara ekspor yang ingin dituju.

Selain itu, menjaga kualitas produk secara konsisten juga menjadi tantangan tersendiri untuk memastikan kepuasan pelanggan. Di sisi lain, para pelaku UMKM juga dituntut untuk memiliki strategi promosi yang menarik dan efektif, serta memastikan proses pengiriman yang cepat dari Indonesia ke negara tujuan. Namun di saat yang bersamaan, mereka juga harus tetap memastikan strategi promosi tersebut dapat dijalankan dengan budget yang relatif terjangkau.

Untuk membantu pelaku UMKM mengatasi tantangan ini, serta mewujudkan target pemerintah dalam meningkatkan ekspor UMKM, platform e-commerce Shopee secara konsisten terus berinovasi untuk menjadi teman dalam setiap perjalanan UMKM. Hingga akhir 2023, lebih dari 26 juta produk lokal berhasil diekspor melalui Program Ekspor Shopee yang hadir sejak tahun 2019 lalu. Selain itu, fasilitas Kampus UMKM Ekspor Shopee yang hadir di berbagai kota juga membimbing UMKM agar bisa melakukan ekspor dengan lebih mudah.

Muhammad Arifin owner Arka Collection99, UMKM Pekalongan yang sudah mendunia Bersama Shopee yang akrab dipanggil Arifin adalah seorang penjual baju batik, asal Buaran, Pekalongan, Jawa Tengah. Memulai bisnisnya di tahun 2019, ia memberikan nama ‘Arka Collection99’ pada usahanya yang awalnya hanya menerima 1-2 pesanan per hari. Sejak berjualan di Shopee, Arifin kini mampu melayani puluhan, bahkan ratusan pesanan per harinya. Tidak hanya itu, kemeja batik buatannya juga telah berhasil terjual ke luar negeri hingga ratusan produk per bulannya.

“Sebelumnya tidak pernah berpikir bisa ekspor, karena pasti harus menghadapi banyak tantangan mulai dari pemasaran hingga logistik pengiriman. Tapi dengan program dan kemudahan yang ditawarkan Program Ekspor Shopee, mengirimkan produk ke Singapura bisa semudah mengirimkan produk ke kota lain di Indonesia. Kini, 35-40% dari omzet bulanan kami berasal dari pesanan ekspor Shopee di Malaysia dan Singapura,” ungkap Arifin.

Pemuda 32 tahun yang pernah berprofesi sebagai karyawan pabrik ini pun membagikan tiga tips jitu bagi UMKM lokal agar bisa ekspor. Yakni memperhatikan dan jaga kualitas produk. Arifin menekankan pentingnya kualitas produk dan quality control untuk bisa membangun kepercayaan pelanggan sekaligus meningkatkan daya saing. UMKM dapat mengembangkan produk yang unik sekaligus berkualitas, untuk memenuhi kebutuhan pasar. Sementara itu, quality control juga diperlukan untuk memastikan produk yang dijual dapat memberi kepuasan bagi pelanggan dan membangun reputasi yang baik bagi bisnis.

“Meskipun harga produk Arka Collection99 sangat terjangkau, tapi saya selalu memperhatikan kualitasnya. Kualitas produk menjadi sangat penting agar bisnis saya ini dapat selalu memenuhi standar dan harapan para pelanggan kami baik di dalam maupun luar negeri,” jelas Arifin. Ia melanjutkan, mengenali preferensi pelanggan tiap negara dan lihat peluang karena tiap negara memiliki preferensi yang berbeda. Mengenali karakter dan kebutuhan pelanggan di negara yang ingin dituju adalah hal yang juga wajib diperhatikan oleh UMKM yang ingin melakukan ekspor. Sehingga, bisnis dapat membuat program kampanye maupun promosi yang lebih tepat sasaran dan dapat mengoptimalkan potensi penjualan.

“Waktu daftar Program Ekspor Shopee, saya awalnya belum tahu target konsumen bisnis saya seperti apa. Tapi setelah beberapa produk saya laku terjual, saya jadi paham, kalau di Malaysia dan Singapura itu, mereka lebih suka kemeja batik yang berwarna hitam. Oleh karena itu, saya buat strategi bundling kemeja batik hitam dan produk lainnya, agar penjualan produk saya yang lain juga meningkat. Data ini terlihat dari dashboard di Seller Center Shopee yang memberikan analisa data penjualan secara komprehensif,” tambah Arifin.

Arifin memiliki visi untuk terus menghadirkan lebih banyak variasi batik di tokonya dan semakin memperluas jangkauan pasar ekspornya melalui Program Ekspor Shopee. Keberhasilan bisnis Arka Collection99 ini turut memberi dampak positif bagi warga sekitar tempat tinggal Arifin di Pekalongan. Bersama dengan sekitar 40 pekerja, Arifin berencana untuk terus meningkatkan produksi batik lokalnya agar bisa menjangkau lebih banyak pelanggan di pasar global.

Hal lainnya yang patut diperhatikan dalam mencapai kesuksesan ekspor adalah iklan. Menurut Arifin, berinvestasi di iklan akan membantu meningkatkan visibilitas dan menambah eksposur produk kepada calon konsumen. Melalui iklan yang strategis dan efektif, UMKM dapat menarik perhatian lebih banyak pelanggan potensial, yang bisa berdampak pada peningkatan penjualan produk UMKM di pasar global.

“Arka Collection99 secara rutin memasang iklan di Shopee untuk menarik pelanggan potensial di Shopee Malaysia dan Singapura. Sistemnya persis seperti kita mau iklan di Shopee Indonesia, jadi caranya sangat mudah. Alhamdulillah, kunjungan ke toko saya meningkat dan penjualan saya jadi ramai terus. Untuk rata-rata per bulan mungkin bisa hampir 200 pesanan hanya untuk Malaysia saja, dan di bulan-bulan tertentu bisa meningkat sampai 2x lipat,” pungkas Arifin.