SOLO, MettaNEWS – Kota Solo berhasil masuk dalam Jaringan Kota Kreatif UNESCO untuk sektor kerajinan dan seni rakyat.
“Oiya, kemarin masuk ya. Solo untuk Craft dan Folk Art (kerajinan dan seni rakyat),” kata Wali Kota Solo Gibran Rakabuming, Rabu (1/11/2023).
Atas capaian tersebut, Gibran menyampaikan terima kasih pada semua pihak yang sudah mendukung.
“Ya senang, ini pertama kalinya. Terima kasih ya teman-teman media atas dukungannya,” tutur Gibran.
Menindaklanjuti hal tersebut, Gibran mengunhkapkan akan memperkuat berbagai acara yang berhubungan dengan craft dan kesenian rakyat.
“Memperkuat event, UMKM yang berhubungan dengan Folk Art dan Craft. Pokoknya fokusnya ke dua hal itu,” ujarnya.
Sebelumnya, Solo permah dua kali gagal masuk nominasi Jaringan Kota Kreatif UNESCO. Meski demikian, Gibran terus bertekad dapat masuk ke jaringan tersebut.
“Nanti kami tindak lanjuti lagi,” ungkap bacawapres tersebut.
Salah satu upaya yang dilakukan Kota Solo adalah dengan melibatkan konsultan profesional untuk pariwisata.
Sejak tahun lalu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berupaya menyiapkan Kota Solo untuk maju ke dalam Jaringan Kota Kreatif atau Creative Cities Network UNESCO.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan jika suatu daerah sudah masuk dalam Jaringan Kota Kreatif UNESCO maka ekosistem tersebut akan terus dipantau oleh UNESCO.
“Tujuannya agar pelaku seni melestarikan seni pertunjukan, budaya, dan kegiatan kreatif yang diselenggarakan di daerah tersebut,” katanya.







