SOLO, MettaNEWS – Mengajak generasi muda lebih aware dengan warisan budaya Indonesia, khususnya batik, Seraya Production mengusung Solo Batik Musik Festival. Perhelatan di Pamedan Mangkunegaran ini akan berlangsung selama dua hari pada 1 dan 2 Oktober 2022 dengan menghadirkan 19 artis pengisi acara baik nasional, lokal dan dari Solo.
Direktur Seraya Group Aviz Zulfahmi pada pers conference Solo Batik Musik Festival, Kamis (29/9/2022) menjelaskan perhelatan ini bertujuan untuk mengenalkan kembali batik pada generasi milenial.
“Selain penampilan para artis, Solo Batik Musik Festival juga mengajak seniman mural, pembatik, pengrajin canting dan cap batik serta UMKM batik dan turunannya,” tutur Avis.
Target penonton sebanyak 10 ribu per hari, Avis menjelaskan untuk memotivasi penonton, para talent diusahakan untuk memakai batik.
“Para talent kami usahakan menggunakan batik, sehingga penonton termotivasi, agar menganggap batik sebagai lifestyle,” kata Avis.
Koordinator Supporting Tim Solo Batik Musik Festival, Blontank Poer menambahkan konser ini didedikasikan untuk merayakan Hari Batik pada 2 Oktober nanti.
“Dengan tajuk Solo Batik Musik Festival dalam merayakan Hari Batik kita harapkan masyarakat lebih aware dan datang menonton konser dengan batik, dengan aneka model dan motifnya karena batik tidak hanya klasik tapi sudah mengikuti zaman,” papar Blontank.
Pada perhelatan tersebut Blontank mengatakan juga menggandeng beberapa pelaku usaha batik dari Lasem dan Pekalongan. Juga ada aktivitas membatik tulis selama acara supaya masyarakat yang hadir punya tambahan refrensi batik-batik pedalaman.
“Sekarang era nya tidak bisa memaksa orang memakai batik. Kita lebih mengajak, dan mengharapkan penonton juga berkenan mengenakan batik,” tuturnya.
Beberapa pembatik yang bergabung dari luar Solo ini untuk mensosialisasikan kekayaan batik yang mempunyai banyak motif, warna dan ragam.
“Batik tidak hanya dari Jawa. Papua juga punya banyak motif batik. Kekayaan ini menjadi menarik karena flora dan fauna mereka berbeda dari pulau lain,” jelas Blontank.
Sosialisasi mengingatkan kembali batik pada generasi muda ini harus terus dilakukan. Blontank menekankan generasi muda ikut bertanggungjawab akan pelestarian budaya bangsa.
“Bagaimana kita bisa masif mendekatkan batik ya lewat event ini. Mengumpulkan ramai-ramai di venue dengan artis-artis tersebut sebagai penarik. Penonton nanti akan kaget karena menemukan tenant dan both yang berbeda dari pagelaran musik lainnya,” ungkap Blontank.
Yang lebih menarik, penyelenggara menggunakan mural untuk menutup pagar area Pamedan Mangkunegaran.
“Biasanya hanya ditutup seng, kita pilih mural biar enak dilihat dan menarik buat tempat selfie,” kata Blontank.
Pada event ini juga akan diserahkan apresiasi pada sosok yang penting dalam dunia batik yakni pembuat canting dan pembuat cap batik.
“Kami melakukan riset sederhana di Solo dan sulit menemukan pengrajin canting dan cap batik. Karena pekerjaan ini sudah lama ditinggalkan dan menjadi langka. Apresiasi ini mungkin tidak seberapa namun ini menjadi wujud hormat kami akan pekerjaan dengan hasil yang tidak seberapa tapi mampu melestarikan budaya bangsa,” pungkas Blontank.







