Siswa SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo Pamerkan Karya Aksara Jawa di Ajang Internasional

oleh
oleh
SOLO, MettaNEWS – Karya Baskarabumi Haidar Alif Jadaa, siswa SMP Muhammadiyah 1 Simpon kelas VII SDC 4, terpilih untuk dipamerkan dalam International Exhibition AKSARA: Nusantara & The World Scripts 2026 di Gedung Transformasi Digital Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta.

Karya tersebut mengangkat aksara Jawa dengan teks “Alon-Alon Waton Kelakon”. Melalui pendekatan desain digital, Baskarabumi mengolah huruf-huruf Hanacaraka menjadi komposisi visual yang menarik dan memiliki nilai artistik.

Dalam proses pembuatannya, siswa yang akrab disapa Aska itu menggunakan tablet dengan perangkat lunak digital imaging. Huruf-huruf aksara Jawa ditata ulang sedemikian rupa sehingga menghasilkan desain sederhana yang tetap menonjolkan karakter dan keindahan aksara tradisional.

Karya Aska berhasil lolos proses kurasi bersama ratusan karya dari seniman berbagai negara. Pameran internasional tersebut berlangsung pada 28 Oktober hingga 10 November 2026.

Pameran AKSARA 2026 mengangkat tema aksara non-Latin dari berbagai negara dan wilayah Nusantara. Sejumlah aksara yang ditampilkan antara lain aksara Jawa, Bali, Sunda, Lontara, Pegon, serta beragam sistem tulisan dari belahan dunia lainnya.

Karya yang dipamerkan hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari poster, ilustrasi, kartun, tipografi, hingga kaligrafi. Seluruhnya mengeksplorasi keindahan dan karakter aksara sebagai bagian dari kekayaan budaya dunia.

Melalui proses kurasi yang ketat, sebanyak 272 karya terpilih dari 175 seniman asal 20 negara. Para peserta berasal dari berbagai negara, di antaranya Argentina, China, Kolombia, Prancis, Jerman, India, dan Rusia.

Aska mengaku senang mendapat kesempatan berpameran dan bisa bersanding dengan karya peserta dari dalam maupun luar negeri. Ia mengatakan ide karyanya berawal dari ketertarikannya terhadap aksara Jawa yang kemudian diolah menjadi sebuah gambar menarik.

“Saya senang bisa ikut berpameran. Idenya dari aksara Jawa, kemudian saya olah menjadi gambar yang menarik,” ungkapnya saat menghadiri pameran.

Pameran ini diselenggarakan Program Studi Animasi Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta dengan melibatkan praktisi, desainer, seniman, akademisi, mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum dari dalam dan luar negeri.

Penyelenggaraan kegiatan tersebut juga mendapat dukungan kurator internasional, asosiasi PAKARTI, Union World Cartoonists (UWC), serta Museum Huruf Jember.

Dalam pembukaan pameran, hadir sejumlah tamu undangan dari TVRI Yogyakarta, Balai Pelatihan SDM Komdigi Yogyakarta, pendiri Museum Huruf Jember, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), Funymation Studio Animasi, serta civitas academica STMM.

Museum Huruf Jember turut berpartisipasi dengan menghadirkan poster bertajuk A Historical Genealogy of Scripts: From the Global to the Indonesian Archipelago yang menampilkan sejarah perkembangan aksara dari berbagai belahan dunia hingga Nusantara.

Bagi Aska, kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga untuk mengenal lebih jauh karya-karya dari seniman lain sekaligus memperluas wawasan dalam berkarya.

Kebanggaan juga dirasakan orang tuanya, Evy Widyaningsih, yang turut mendampingi Aska melihat langsung karya yang dipamerkan. Ia berharap pengalaman tersebut dapat memberikan inspirasi dan memunculkan ide-ide baru bagi putranya untuk terus berkarya.

“Saya sangat bangga. Semoga dengan melihat karya-karya orang lain yang dipajang di sini, Aska mendapatkan ide dan inspirasi untuk berkarya ke depannya,” ujarnya.

Pameran AKSARA 2026 menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan kekayaan aksara Nusantara kepada masyarakat internasional. Melalui kreativitas generasi muda seperti Aska, aksara Jawa tidak hanya dipertahankan sebagai warisan budaya, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi karya seni visual yang relevan dengan perkembangan zaman.