Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan jaringan Posyandu yang menjangkau hingga tingkat bawah memiliki peran strategis dalam membantu proses pendataan masyarakat. Karena itu, ia meminta seluruh kabupaten/kota segera menggerakkan tim dan relawan yang terlibat dalam registrasi tersebut.
“Saya mengajak seluruh kabupaten/kota, terutama tim maupun relawan yang sudah bergabung, untuk segera bergerak,” kata Taj Yasin seusai mengikuti Rapat Koordinasi Percepatan Registrasi Perlinsos Digital di seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia secara daring dari ruang kerjanya, Jumat (6/11/2026).
Taj Yasin mengaku telah menginstruksikan pengurus Posyandu yang membidangi program Pandu Tangguh untuk melakukan evaluasi sekaligus mempercepat pendampingan registrasi. Evaluasi diminta dilakukan setiap pekan dengan melaporkan perkembangan pendaftaran secara daring, baik dari sisi jumlah maupun persentase capaian.
“Laporan ini harus disampaikan secara rutin, sehingga kabupaten/kota bisa berlomba-lomba mempercepat proses registrasi. Posyandu memiliki jaringan sampai tingkat bawah, sehingga sangat strategis untuk membantu masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pendataan melalui Perlinsos Digital diharapkan dapat memperkuat basis data yang telah tersedia melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Selain itu, mekanisme tersebut juga menjadi upaya mengakomodasi masyarakat yang belum terjangkau pendataan sebelumnya.
Untuk mengawal percepatan tersebut, Pemprov Jateng berencana mengumpulkan para wakil kepala daerah melalui rapat koordinasi daring pada pekan depan. Pertemuan itu akan digunakan untuk mengevaluasi perkembangan registrasi sekaligus mendorong percepatan di masing-masing daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, menyampaikan hingga saat ini sekitar 2 juta kepala keluarga (KK) telah melakukan registrasi Perlinsos Digital. Jumlah tersebut menyumbang sekitar 18 persen dari total capaian nasional.
Meski demikian, capaian tersebut masih perlu ditingkatkan. Sebab, sasaran registrasi di Jawa Tengah mencapai sekitar 13 juta KK. Adapun target yang harus dipenuhi hingga Desember 2026 lebih dari 6 juta KK.
Untuk mengejar target tersebut, Dinas Sosial Jateng akan menggelar rapat koordinasi dan evaluasi setiap Senin bersama pemerintah kabupaten/kota. Daerah dengan capaian tertinggi maupun terendah akan menjadi bahan evaluasi guna mengidentifikasi kendala sekaligus mencari solusi percepatan.
Imam menyebut Kabupaten Batang menjadi salah satu daerah dengan capaian registrasi tertinggi, yakni telah melampaui 51 persen.
Ia menambahkan, percepatan registrasi melibatkan berbagai unsur, mulai dari kepolisian melalui Bhabinkamtibmas, TNI melalui Babinsa, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), hingga kader Posyandu.
Menurut Imam, pendamping PKH menjadi salah satu unsur yang aktif karena secara rutin berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui kelompok Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2).
“Kita berharap seluruh unsur bisa bergerak bersama. Dengan keterlibatan pemerintah daerah, pendamping sosial, TNI-Polri, dan kader Posyandu, target registrasi Perlinsos di Jawa Tengah dapat dipercepat,” tandasnya.








