SOLO, MettaNEWS – Wakil Wali Kota (Wawali) Surakarta Astrid Widayani mengajak generasi muda memperkuat ketahanan mental, kemampuan komunikasi, serta membangun relasi yang sehat di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial.
Pesan tersebut disampaikan Astrid saat menghadiri kegiatan “Grow Within, Connect Beyond: Youth Empowerment through Mental Resilience & Interpersonal Communication” di Bale Tawangpraja, Balai Kota Surakarta, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan yang digelar Rotary Clubs of Solo Area bersama Pemerintah Kota Surakarta itu diikuti generasi muda dari berbagai unsur, mulai dari SMA, SMK, Pramuka, Paskibraka, Forum Anak, Duta Genre, Putra Putri Solo, hingga sejumlah organisasi dan komunitas kepemudaan.
Turut hadir Past District Governor (PDG) Febri H. Dipokusumo, District Governor Rotary District 3420 I Wayan Tur Adnyana, Assistant Governor Rotary Solo Metty Indriasari, jajaran Rotary Clubs of Solo Area, Rotaract, narasumber, serta panelis.
Astrid mengapresiasi Rotary Clubs of Solo Area yang telah menghadirkan ruang bagi anak muda untuk belajar, bertumbuh, berkomunikasi, sekaligus membangun jejaring positif.
Menurutnya, generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Selain tuntutan pendidikan dan lingkungan sosial, perkembangan teknologi dan digitalisasi juga menuntut anak muda mampu beradaptasi dengan cepat.
“Saya kira ketahanan mental saat ini tidak hanya penting. Saat ini kita dihadapkan dengan berbagai macam tantangan, salah satunya yang sangat-sangat kita rasakan adalah kemajuan teknologi dan digitalisasi yang mengharuskan kita untuk bisa beradaptasi dengan cepat,” kata Astrid.
Ia menilai ketahanan mental harus berjalan beriringan dengan kemampuan komunikasi interpersonal. Komunikasi, menurut Astrid, bukan hanya soal kemampuan berbicara, tetapi juga bagaimana seseorang mampu mendengarkan, memahami orang lain, menghargai perbedaan, serta membangun hubungan yang sehat.
“Kegiatan hari ini saya kira bisa menjadi ruang untuk kita semua, khususnya anak-anak muda untuk dapat belajar, bertumbuh, berkomunikasi dan juga membangun jejaring lebih positif lagi,” ujarnya.
Astrid juga mengingatkan generasi muda agar bijak menggunakan media sosial. Kemudahan terhubung melalui ruang digital perlu diimbangi dengan kemampuan membangun hubungan dalam kehidupan nyata.
“Di era digital, anak muda perlu bijak menggunakan media sosial serta menjaga keseimbangan antara kehidupan digital dan kehidupan nyata,” katanya.
Ia pun mendorong anak muda Solo untuk tidak takut menunjukkan potensi dan keunikan masing-masing.
“Setiap anak muda memiliki potensi dan keunikan masing-masing. Teruslah percaya diri, berani berkembang, dan berani berkarya,” pesan Astrid.
Menurutnya, pembangunan generasi muda yang tangguh membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri sehingga keterlibatan organisasi seperti Rotary dan Rotaract, sekolah, komunitas, serta organisasi kepemudaan menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem kepemudaan yang sehat di Kota Solo.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi seperti ini penting untuk menciptakan ruang-ruang positif bagi anak muda, tempat mereka bisa belajar, bertemu, berdiskusi, dan saling menguatkan,” tuturnya.
Sementara itu, District Governor Rotary 3420 I Wayan Tur Adnyana mengatakan generasi muda merupakan calon pemimpin masa depan sehingga membutuhkan pembekalan untuk menghadapi berbagai tantangan.
“Sesuai dengan judul, Grow Within, Connect Beyond. Maka kalian adalah nanti menjadi tulang punggung generasi muda, leader masa depan. Sehingga ke depan bangsa kita ada di tangan kalian,” kata I Wayan.
Assistant Governor Rotary Solo Metty Indriasari menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Rotary terhadap pengembangan generasi muda. Menurutnya, pemberdayaan tidak sekadar menghadirkan kegiatan, tetapi memberikan ruang bagi anak muda untuk belajar, bertumbuh, mencoba, dan menemukan potensi terbaik dalam dirinya.
“Bagi Rotary, generasi muda merupakan bagian penting dari masa depan. Karena itu pemberdayaan generasi muda bukan sekadar memberikan sebuah kegiatan, tetapi bagaimana kita memberi ruang untuk belajar, bertumbuh, berani mencoba, dan menemukan potensi terbaik dalam diri mereka,” ujarnya.
Metty mengatakan tema Grow Within, Connect Beyond mengajak generasi muda membangun diri, meningkatkan kepercayaan diri, memperkuat ketahanan menghadapi tantangan, serta mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan menghargai perbedaan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga memperoleh berbagai perspektif mengenai ketahanan mental, komunikasi interpersonal, digital wellbeing, social media detox, hingga mindfulness bagi generasi Z.
Astrid berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi dapat menjadi bekal yang diterapkan generasi muda dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga kegiatan ini dapat membangun generasi muda Surakarta yang tangguh, kreatif, berintegritas, dan peduli terhadap sesama. Mari bertumbuh dari dalam diri, terhubung dengan sesama, dan bersama-sama menciptakan dampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya.








