SOLO, MettaNEWS – Solo Safari terus menunjukkan komitmennya sebagai kawasan wisata edukatif yang ramah lingkungan. Melalui kolaborasi dengan Rotary Club Kota Solo dan Lions Club Kota Solo, destinasi favorit keluarga di jantung Kota Surakarta ini meluncurkan dua inisiatif berkelanjutan yang menggabungkan edukasi dan aksi nyata untuk pelestarian lingkungan.
Kegiatan pertama adalah Workshop Peduli Lingkungan yang digelar bersama Rotary Club Kota Solo. Bertempat di Solo Safari, kegiatan ini menyasar generasi muda untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga alam. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta, Kristiana Hariyanti, menjadi narasumber utama dengan memaparkan tantangan lingkungan seperti polusi, perubahan iklim, dan krisis sampah.
“Keterlibatan aktif anak muda sangat penting dalam menjaga kelestarian lingkungan sejak dini,” tegasnya.
Workshop ini dilengkapi dengan aktivitas interaktif, seperti simulasi pemilahan sampah, praktik daur ulang, hingga permainan bertema lingkungan. Sebagai tindak lanjut konkret, Rotary Club menyerahkan fasilitas Bank Sampah kepada Solo Safari. Fasilitas ini akan menjadi sarana edukasi sekaligus mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan di kawasan wisata tersebut.
Tak hanya itu, aksi nyata juga diwujudkan melalui kolaborasi Solo Safari dengan Lions Club Kota Solo dalam kegiatan Jalan Sehat dan Aksi Tanam Pohon. Acara dimulai dengan jalan santai mengelilingi kawasan konservasi, kemudian dilanjutkan penanaman sekitar 100 pohon oleh 30 anggota Lions Club. Pohon yang ditanam meliputi jenis peneduh dan tanaman lokal yang sesuai dengan karakteristik lingkungan Solo Safari.
“Penanaman 100 pohon ini bukan hanya simbolis. Ini adalah langkah awal kontribusi jangka panjang untuk udara bersih, keanekaragaman hayati, dan kenyamanan pengunjung,” ujar Yustinus Sutrisno, General Manager Solo Safari.
Pohon-pohon tersebut akan dirawat secara berkala oleh tim landscape Solo Safari untuk memastikan pertumbuhan optimal. Langkah ini mendukung misi Solo Safari sebagai taman edukatif berbasis konservasi yang tak hanya menghibur, tapi juga menginspirasi dan mencerdaskan.
Solo Safari berharap, sinergi bersama komunitas dan lembaga sosial ini dapat menjadi contoh nyata kawasan wisata yang berperan aktif menjaga lingkungan. “Kepedulian terhadap bumi harus diwujudkan dalam aksi nyata,” tutup Yustinus.







