SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming sudah menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2022 pada 30 Januari 2023.
Melansir dari laman e-LHKPN KPK pada Rabu (1/3/2023), tercatat harta kekayaan Gibran sebesar Rp26.032.674.370.
Selain harta kekayaan, Gibran juga masih mempunyai hutang. Berupa cicilan rumah atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
LHKPN mencatat dari tahun 2021 kekayaan Gibran mengalami kenaikan Rp 734 an juta. Serta masih memiliki utang senilai Rp 551 an juta.
Secara rinci laporan harta kekayaan Gibran tahun 2022 senilai Rp26.032.674.370. Sedangkan pada tahun 2021 harta kekayaan Gibran sebesar Rp25.297.783.659. Sehingga harta kekayaan Gibran tahun 2022 hanya naik Rp734.890.711.
Harta tersebut mencakup tanah dan bangunan, alat transportasi dan mesin. Juga harta bergerak lainnya, seperti surat berharga, kas dan setara kas, serta harta lainnya.
“Iya naik, ya memang segitu punya uangnya,” kata Gibran, Rabu (1/3/2023).
Menurut catatan LHKPN, Gibran masih memiliki tanggungan berupa cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Tercatat jumlah utangnya tersebut telah berkurang Rp172.000.000 dari periode sebelumnya sebesar Rp723.586.004.
Dari data tersebut Gibran masih mempunyai hutang sebesar Rp551.586.004. Di mana hutang tersebut sudah turun dari tahun sebelumnya (tahun 2021) yang sebesar Rp 723.568.004.
“KPR-nya berkurang, utang KPR dua unit rumah,” imbuh Gibran.
Putra sulung Presiden Joko Widodo ini menjelaskan ia membeli rumah KPR tersebut sebelum ia menikah.
Gibran mengungkapkan kedua rumah itu semuanya berlokasi di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari.
“KPR-nya sudah berjalan 15 tahun. Lima tahun lagi mungkin selesai. Yang di Sumber itu, kan ada alamatnya semua. Coba cek saja kalau gak percaya,” tandas Gibran.
Ini Penyebab LHKPN Catat Harta Gibran Mengalami Kenaikan
Politisi muda dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini mengatakan jika rumah KPR tersebut dalam tahap angsuran. Perkiraan Gibran utang KPR tersebut selesai dalam 5 tahun kedepan.
“KPR sudah berjalan sekitar 15 tahun lah ya, angsuran per bulan Rp 10 juta. Tidak pakai gaji dari Pemkot. Saya bayar pakai uang sendiri,” ujarnya.
Mengenai kenaikan harta kekayaannya Gibran mengakui jika tahun 2021 lalu, dirinya membeli rumah dan tanah. Hal itulah yang menyebabkan harta kekayaanya naik sekitar Rp 4 miliar rupiah.
“Dari dulu ya laporan. Yang berkurang juga ada. Kemarin mobil Alphard saja yang dilepas. Itu saja. Tahun 2022 beli tanah itu yang membuat naik,” pungkas Gibran.








