SOLO, MetaNEWS – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka akan mengambil tindakan terkait banyaknya laporan warga yang mengeluhkan tarif parkir di Kota Solo.
Pada kegiatan Bimtek, Pengelola dan Petugas Parkir, Kamis (3/10/2022), Wali Kota Gibran mengungkapkan banyak masukan membangun dari para pengelola atau juru parkir.
“Nanti ada penambahan zona A dan B. Juga tempat-tempat misalnya dipakai event yang sifatnya insidental, saya sudah menyetujui untuk tarifnya. Juga untuk di Car Free Day,” tutur Gibran.
Gibran mengatakan masih akan ada pembahasan lebih lanjut selain tarif dan zona juga masalah BPJS.
“Ini belum selesai pembahasannya, tarif flat, zona A dan B serta BPKS ini harus dicover oleh pengelola.
Gibran juga menekankan pada juru parkir untuk tidak meminta tarif lebih dari zona terlebih Solo akan mempunyai banyak event dan menerima tamu dari luar kota.
“Pokoknya harus pakai seragam, karcis. Hati-hati nanti pas Solo lagi banyak event, itu hati-hati sekali ya. Di tempat-tempat kita yang baru seperti Masjid Gilingan, Gatot Subroto, Jurug dan lainnya,” ungkap Gibran.
Penekanan ini lanjut Gibran juga untuk menjaga citra Solo di mata masyarakat luar Solo.
“Iya no (mencoreng citra Solo). Kita gak mau ada istilah juru parkir ngepruk atau apa lah. Mesakne para wisatawan pendatang,” tuturnya.
Selain teguran keras untuk aksi jukir nakal, Gibran menegaskan akan ada sanksi berat bila tetap melanggar tarif parkir sesuai ketentuan.
“Ya kita kasih teguran keras, kita kasih sanksi. Ya difoto aja, tapi kan teman-teman media sudah dengar juga toh keluh kesahnya juru parkir itu ternyata juga mengalami kekerasan juga,” tandasnya.
Mengenai penerapan QRIS pada pembayaran parkir Gibran menyebut tidak akan mengurangi peran dari jukir.
“Satu jukir satu QRIS, perannya tetap nho. Ya seperti pedagang pasar kan satu pedagang satu QRIS. Kan tetap harus mengarahkan motor, menata biar rapi gak akan tergantikan,” ungkapnya.
Sementara itu dalam Bimtek tersebut, banyak jukir yang mengadu ke Gibran terkait perlakuan oknum aparat yang bertindak semena-mena saat parkir.
Salah seorang jukir CFD, Ponco mengeluhkan pada Gibran perlakuan beberapa masyarakat yang semena-mena dan menyepelekan bahkan dari oknum aparat berseragam.
“Kami berusaha menyesuaikan supaya jangan arogan jangan menyepelekan. Kadang kadang membuat hati saya merasa sakit. Saya sudah melayani seperti ini kadang kadang dibentak, sama petugas kadang kadang anggota aparat sebagian dari pemerintah kadang-kadang kurang enak,” curhat Ponco terbata.
Ponco meminta agar Wali Kota Gibran bisa mengkomunikasikan hal tersebut pada pihak terkait agar menghargai petugas parkir.
“Kami dengan kerendahan hati kami mohon beliau-beliau itu bisa mengerti dengan kami. Kadang-kadang dia tidak membayar kadang dia juga tidak memberi respect kepada petugas parkir,” ungkapnya.
Ponco juga mengungkapkan pernah dipukul hingga kalung keanggotaan parkirnya dicabut.
“Bahkan pernah terjadi saya memberi aba-aba parkir pada pak tentara, saya arahkan kiri dia kanan akhirnya mengenai parkir saya dihajar saya dipukul sampai kalung saya dicabut,” ujar Ponco.
Menanggapi cerita tersebut, Gibran akan mengkomunikasikan dengan OPD terkait.
“Siapapun itu tetap parkir ya. Semua tetap bayar tidak ada aturan tidak bayar untuk posisi tertentu,” tegas Gibran.
Gibran juga menyarankan pada jukir untuk lebih kompak dan melawan bila terjadi kekerasan.
“Yang kompak, kalau ada kekerasan kayak gitu dilawan aja atau difoto, karena ga boleh arogan gitu,” tandasnya.








