SOLO, MettaNEWS — Pemerintah Kota Surakarta menerima bantuan trash barrier atau alat penahan sampah di sungai dari Rotary Club Solo Kartini dengan didukung instansi lainnya, Selasa (1/7/2025). Hal ini sebagai langkah konkret menjaga kebersihan Kali Jenes.
Bantuan tersebut dipasang di Pintu Air Kleco, yang menjadi titik strategis pertemuan aliran sungai dari wilayah Sukoharjo dan Surakarta.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi lintas sektor ini. Menurutnya, pelestarian sungai bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat.
“Ini menjadi titik pertama pemasangan trash barrier di Kali Jenes. Pemerintah Kota sebisa mungkin menjaga dan menertibkan lingkungan, tapi kami tidak bisa bekerja sendirian. Sungai adalah milik kita bersama,” ujar Respati.
Dalam kesempatan tersebut, Respati juga menegaskan akan ada sanksi tegas bagi pedagang Pasar Kleco dan masyarakat sekitar yang masih membuang sampah ke sungai. Ia mengajak seluruh warga untuk meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan sungai, karena sungai merupakan aset penting yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
“Solo tidak punya tambang, tidak punya laut, tapi kita punya sungai yang luar biasa. Ini potensi terpendam yang bisa kita kembangkan, termasuk untuk ekonomi dan pariwisata,” lanjutnya.
Pemkot Solo berkomitmen memperluas kerja sama demi mewujudkan ekosistem sungai yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
“Kuncinya kesadaran bersama. Kalau sungai bersih, yang untung bukan hanya pemerintah, tapi kita semua,” ujar Respati.
Presiden Rotary Club Solo Kartini, Mustika Dewi, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan bagian dari program The Rotary Foundation District Grant #2567401 yang fokus pada pelestarian lingkungan.
Lokasi di Pintu Air Kleco dipilih berdasarkan rekomendasi Dinas Lingkungan Hidup dan koordinasi dengan Kelurahan Pajang.
“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk PT KAI, relawan Komunitas Joko Tingkir, SMK Batik 1, PLN Surakarta, Hipmi BPC Surakarta, Rotary Solo Raya dan masyarakat yang ikut terlibat. Trash barrier ini bukan hanya untuk menahan sampah, tapi juga menjadi simbol gotong royong lintas komunitas dalam menjaga sungai kita,” terang Mustika.

Selain penyerahan trash barrier, acara juga diisi dengan penebaran 1.200 benih ikan patin oleh Hipmi Surakarta.
Perwakilan dari Hipmi BPC Surakarta Aji Cahya Nusantara mengatakan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kualitas air sungai cukup baik untuk mendukung kehidupan biota air.
“Kami berharap sungai ini tidak hanya bersih, tapi juga hidup. Bisa jadi tempat rekreasi, mancing warga, bahkan kawasan wisata di masa depan. Ini bagian dari konservasi air yang menjadi program Hipmi ke depan,” jelasnya.
Dengan adanya trash barrier dan dukungan peralatan dari Rotary Solo Kartini, mulai dari jaring, katrol, hingga sepatu boot untuk relawan, pengangkatan sampah kini jauh lebih efisien. Diharapkan model ini bisa direplikasi di titik sungai lainnya di Solo.









