Jobfair Unisri 2025 Tawarkan 2.500 Lowongan, Wujud Komitmen Tekan Angka Pengangguran di Solo

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS — Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta kembali menggelar Jobfair Expo sebagai upaya nyata mengurangi angka pengangguran di Kota Solo dan sekitarnya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan 34 perusahaan dengan total 2.503 lowongan kerja yang tersedia bagi para pencari kerja dari berbagai latar belakang.

Rektor Unisri, Prof. Sutoyo, menyampaikan bahwa penyelenggaraan jobfair ini merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam menjawab persoalan pengangguran di Indonesia, khususnya di wilayah Solo Raya.

“Jobfair ini bukan hanya untuk alumni atau mahasiswa Unisri, tapi terbuka untuk masyarakat umum. Kita ingin menjadi kampus yang memberi manfaat luas, termasuk dalam membantu menciptakan akses kerja yang layak,” kata Prof. Sutoyo dalam pembukaan acara, Selasa (1/7/2025).

Ia juga berharap agar formasi pekerjaan yang disediakan perusahaan dapat terpenuhi, serta proses perekrutan berjalan nyaman dan lancar bagi semua pihak, termasuk pencari kerja dan perusahaan.

Ketua Panitia Unisri Job Expo, Sarafuddin, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja UPT Industrial Center Unisri sejak 2022 dan didukung penuh oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Surakarta.

“Meski awalnya ada 40 perusahaan yang mendaftar, realisasi yang hadir hari ini sebanyak 34 perusahaan, karena ada penyesuaian dari Disnaker. Namun demikian, total lowongan tetap cukup besar, mencapai 2.503 posisi,” jelasnya.

Tahun ini, panitia menargetkan sebanyak 3.000 pengunjung, meningkat dari tahun sebelumnya yang mencatatkan sekitar 2.500 pengunjung selama dua hari pelaksanaan.

Ia menekankan pentingnya kualitas interaksi antara pencari kerja dan penyedia kerja agar lebih efektif dan menghasilkan penempatan kerja nyata.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kota Surakarta, dr. Wahyu Indianto, mengapresiasi penyelenggaraan jobfair ini sebagai bentuk kolaborasi konkret antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Solo. Yang saat ini berada di angka 4,61%, setara dengan sekitar 13.500 pengangguran.

“Meski TPT Solo terendah se-Jawa Tengah, tapi tetap saja angkanya cukup besar. Kondisi ekonomi global yang tidak menentu turut menjadi tantangan. Karena itu kita perlu SDM tangguh, bukan sekadar cerdas tapi juga ulet dan siap bersaing,” kata Wahyu.

Ia juga memperkenalkan program “Rumah Siap Kerja” yang dimiliki Disnaker Solo. Program ini menyediakan pelatihan, konsultasi lamaran kerja, hingga simulasi wawancara dan negosiasi gaji.

Bahkan, Disnaker juga membuka peluang magang ke Jepang dengan pembiayaan nol rupiah melalui skema kredit lunak yang ditanggung pemerintah kota bekerja sama dengan perbankan nasional.

“Sayangnya minat warga Solo untuk program ini masih rendah. Kami mengajak alumni Unisri dan masyarakat luas untuk memanfaatkan peluang ini sebaik-baiknya,” tutup Wahyu.

Dengan semangat kolaborasi yang terus diperkuat, Jobfair Unisri diharapkan dapat menjadi salah satu solusi nyata dalam menghubungkan lulusan perguruan tinggi dan masyarakat umum dengan dunia kerja yang semakin kompetitif.