SOLO, MettaNEWS – Revitalisasi Taman Balekambang Solo telah selesai 100 persen. Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Surakarta Budi Murtono menyampaikan hal tersebut menjawab pertanyaan awak media di Balai Kota Solo.
Namun Budi menjelaskan hingga saat ini belum dapat laporan serah terima secara administrasi soal Taman Balemkambang.
“Prinsipnya pekerjaan sudah seleaai 100 persen. Tapi kan ada proses penyerahan asetnya dari pemborong ke Kementerian PUPR. Kemudian baru penyerahan dari PUPR ke Pemkot Solo,” jelas Budi.
Budi menyebut proses administrasi Taman Balekambang inilah yang belum selesai.
Budi menyebut selain proses administrasi, bentuk pengelolaan Balekambang juga akan berubah.
“Dengan kawasan Balekambang yang sekarang diperbaharui itukan kita perlu penanganan yang lebih baik ya. Karena pemeliharannya butuh biaya besar, biaya operasional juga besar. Setelah penyerahan kita akan mengubah UPT nya menjadi BLUD dahulu. Setelah itu dengan fleksibilitas BLUD kita akan mencari pihak ke 3 untuk kerja samanya,” tuturnya.
Budi mengatakan Balekambang membutuhkan biaya perawatan yang besar. Untuk mendukung biaya operasional Balekambang akan menarik tiket masuk berbayar.
“Mestinya tiket masuk berbayar. Karena meskipun ini ruang terbuka hijau tapi Balekambang itu masuknya Perda kawasan wisata. Di Perda kita tentang pajak dan retribusi daerah itu menetapkan untuk masuk ke kawasan wisata ada retribusi,” tegasnya.
Sementara itu untuk kawasan area Balekambang, Budi menyebut masih akan ada pembahasan berikutnya.
“Sebenarnya harus kita harmonisasikan dengan kawasannya. Tapi kan perlu beberapa penyesuaian tidak bisa langsung. Ini masih terus kita rapatkan,” tuturnya.
Terkait kerja sama dengan pihak lain seperti Jatim Park, Budi menyebut belum ada laporan lebih lanjut.
“Rencana kan Desember buka. Tapi kalau secara pembangunan fisik per 31 Desember laporannya sudah selesai 100 persen. Ini proyek PUPR bukan Pemda jadi kami menunggu serah terima dulu sebelum langkah-langkah berikutnya,” pungkasnya.







