Tinjau Taman Balekambang, Menteri PUPR Pastikan Selesai Oktober, Konsep Sesuai Arahan Presiden

oleh
PUPR
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI Basuki Hadimuljono meninjau proyek revitalisasi Taman Balekambang Solo, Jumat (19/5/2023) petang | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI Basuki Hadimuljono meninjau proyek revitalisasi Taman Balekambang Solo, Jumat (19/5/2023) petang.

Proyek yang menelan dana Rp 154 miliar itu ditargetkan selesai pada bulan Oktober tahun ini.

“Saya kira masih dalam progres, ini menata kembali. Di dalam gedung pertemuan, gedung pertunjukan, ampliteater, kolamnya juga. Nanti insya allah Oktober selesai,” katanya di sela peninjauan proyek.

Terkait pemindahan Kantor Cabang Dinas ESDM dari kawasan Balekambang ke Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, ia mengaku sudah melakukan komunikasi dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Jadi nanti saling hibah. Ini dihibahkan ke kota untuk bisa jadi aset Balekambang, beliau (Pemerintah Provinsi Jawa Tengah). Dapat hibah dari wali kota di Mojosongo karena (kantor sebelumnya, Red.) akan kami jadikan taman,” katanya.

Menteri Basuki mengatakan saat ini secara keseluruhan progres proyek Taman Balekambang sudah mencapai 24 persen. Bahkan, untuk bagian kolam yang ada di dalam taman hampir selesai pengerjaannya.

“Tinggal pasang batu dan kayu ulin. Lalu dasarnya sudah selesai semua tinggal isi air,” katanya.

Ia mengatakan untuk konsep revitalisasi Taman Balekambang, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo maka akan dikembalikan menjadi taman kota yang lebih baik.

“Ini kata beliau sejarahnya jadi taman terbaik se-Asia dulu, Asia Tenggara di jamannya dulu. Akan kami kembalikan. Gedung ESDM kami jadikan taman lagi sehingga orang masuk ke sini jadi taman,” katanya.

Pihaknya memastikan selama proses revitalisasi tersebut tidak ada penebangan pohon.

“Nggak ada penebangan pohon, delapan yang dipindah dan hidup,” katanya.

Mengenai kontrak awal, menurut dia sebetulnya proyek revitalisasi dengan anggaran Rp154 miliar tersebut ditargetkan selesai bulan Desember 2023.

“Tapi kami coba percepat (menjadi Oktober, Red.),” tandasnya.