Respati Dorong Kebudayaan Jadi Penggerak Ekonomi dan Pariwisata Kota Solo

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Solo Respati Ardi terus mendorong sektor kebudayaan menjadi salah satu penggerak ekonomi dan pariwisata di Kota Solo. Menurutnya, kebudayaan tidak hanya memiliki peran dalam melestarikan tradisi dan sejarah, tetapi juga dapat memberikan dampak ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat.

Respati menilai Kota Solo memiliki potensi kebudayaan yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi sekaligus daya tarik wisata. Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta akan terus memperkuat program serta aset kebudayaan agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Respati seusai mendampingi Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri puncak Dies Natalis ke-46 Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta di Rektorat UTP, Rabu (26/8/2026).

Respati menyambut baik dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan terhadap pengembangan kebudayaan di Kota Solo. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat ekosistem kebudayaan sekaligus mengembangkan ekonomi berbasis budaya dan sektor pariwisata.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan yang memberikan perhatian terhadap pengembangan sejumlah warisan budaya di Kota Solo, termasuk Keraton Kasunanan Surakarta, Museum Radya Pustaka, dan Museum Keris.

“Apapun yang dilaksanakan terkait kebudayaan di Pemerintah Kota Surakarta, saya mengucapkan banyak terima kasih. Keraton Kasunanan, Museum Radya Pustaka, Museum Keris mendapatkan bantuan dari APBN agar dampaknya kembali bisa dirasakan oleh masyarakat,” kata Respati.

Menurut Respati, pengembangan kebudayaan harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Tidak berhenti pada aspek pelestarian, kebudayaan juga perlu dikembangkan menjadi bagian dari penguatan ekonomi lokal dan daya tarik wisata.

“Intinya, Kementerian Kebudayaan hari ini sangat mendukung Pemerintah Kota Surakarta untuk memajukan ekonomi budaya, tentunya untuk meramaikan pariwisata,” jelasnya.

Revitalisasi Museum Jadi Ruang Edukasi

Respati juga menilai revitalisasi museum menjadi bagian penting dalam upaya mendekatkan sejarah dan kebudayaan kepada masyarakat. Pengembangan Museum Radya Pustaka dan Museum Keris diharapkan mampu menjadi ruang edukasi yang menarik, khususnya bagi generasi muda.

Menurutnya, keberadaan museum bukan sekadar tempat menyimpan benda-benda bersejarah. Museum juga dapat menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat untuk mengenal perjalanan sejarah dan kebudayaan Kota Solo.

“Untuk museum direvitalisasi menjadi lebih bagus. Dampaknya supaya masyarakat bisa belajar di sana, pelajar-pelajar juga bisa mengetahui sejarah yang ada di museum,” paparnya.

Respati berharap pengembangan berbagai aset kebudayaan di Kota Solo dapat berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kunjungan wisata serta pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kementerian Kebudayaan Revitalisasi Keraton Kasunanan

Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan Kementerian Kebudayaan tidak hanya melakukan pengembangan kebudayaan di Kota Solo, tetapi juga di sejumlah wilayah Solo Raya.

Khusus di Kota Solo, Kementerian Kebudayaan telah memulai revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keberadaan bangunan-bangunan bersejarah yang memiliki nilai penting sebagai cagar budaya.

Fadli mengatakan revitalisasi diperlukan karena masih terdapat sejumlah bangunan cagar budaya di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta yang membutuhkan perhatian dan perawatan.

“Di Keraton Solo memulai revitalisasi karena banyak bangunan yang itu sebenarnya cagar budaya yang tidak terurus dan terawat,” tandasnya.

Revitalisasi tersebut diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian warisan budaya, tetapi juga memperkuat posisi Kota Solo sebagai salah satu pusat kebudayaan dan pariwisata di Indonesia.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, pengembangan kebudayaan di Kota Solo diharapkan mampu membentuk ekosistem yang semakin kuat. Pelestarian warisan budaya, pengembangan ruang edukasi, peningkatan kunjungan wisata, hingga penguatan ekonomi masyarakat dapat berjalan secara beriringan.