SOLO, MettaNEWS — Wali Kota Solo, Respati Ardi, memastikan kehadiran Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Surakarta dirancang sebagai solusi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Konsep KKMP di wilayah perkotaan lanjut Respati, memiliki perbedaan dengan koperasi di desa, terutama dari sisi karakter wilayah. Meski demikian, koperasi ini tidak dimaksudkan untuk menjadi pesaing usaha masyarakat.
“KKMP di kelurahan membantu UMKM mendapatkan harga terbaik dan menjadi pusat kulakan untuk kebutuhan usaha,” kata Respati, Selasa (7/4/2026).
Ia menegaskan, sejak awal peluncuran program tersebut, Pemerintah Kota Solo telah menerapkan moratorium pasar modern sebagai bentuk keberpihakan kepada pelaku usaha lokal agar dapat berkembang melalui koperasi.
Respati juga menanggapi kekhawatiran terkait masuknya program subsidi seperti Gerakan Pangan Murah ke dalam KKMP. Ia memastikan hal tersebut bukan ancaman bagi UMKM, melainkan justru menjadi solusi untuk menjaga keberlangsungan usaha masyarakat.
“Program pangan murah dan subsidi memang masuk di KKMP, tapi tidak menjadi ancaman. Justru ini menjadi solusi, dan sisa hasil usaha akan kembali ke anggota, terutama warga desil satu dan dua,” jelasnya.
Ke depan, Pemkot Solo akan terus mengembangkan KKMP dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Bahkan, pemerintah telah menyiapkan lahan milik pemkot sebagai lokasi percontohan pengembangan koperasi tersebut.
“Ada tanah pemkot yang akan kita jadikan percontohan. Jika berhasil, akan kita distribusikan ke wilayah lain,” paparnya.
Namun demikian, Respati menekankan bahwa pembangunan fisik koperasi tetap disesuaikan dengan ketersediaan aset daerah. Saat ini, Pemkot Solo juga tengah memprioritaskan pengembangan ruang terbuka hijau (RTH).
Ia menambahkan, implementasi KKMP di Solo tidak harus selalu berbentuk gedung besar. Saat ini, koperasi sudah berjalan di 54 kelurahan, meski sebagian masih memanfaatkan kantor kelurahan maupun rumah warga.
“Ekonomi sirkularnya memang masih kecil, tapi berjalan. Justru ini baik karena kita bisa mengukur dampaknya terlebih dahulu sebelum dikembangkan lebih besar,” jelasnya.
Respati menegaskan, pihaknya tidak ingin terburu-buru dalam pengembangan KKMP, melainkan memastikan program tersebut tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Koperasi Merah Putih di Solo harus benar-benar menjadi solusi bagi UMKM di sekitarnya,” pungkasnya.







