Respati Ardi Optimis Tren Bersepeda Dongkrak Pariwisata dan Citra Kota Solo

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Surakarta Respati Ardi optimistis tren bersepeda yang terus berkembang di masyarakat dapat menjadi daya tarik baru bagi sektor pariwisata Kota Solo. Menurutnya, kebiasaan bersepeda tidak hanya berdampak pada gaya hidup sehat, tetapi juga berpotensi memperkuat citra Solo sebagai kota wisata yang ramah pengunjung.

Hal tersebut disampaikan Respati usai mengikuti kegiatan Solo Friday Ride atau Jumat Bersepeda, Jumat (17/4/2026).

“Seharian beraktivitas dengan naik sepeda sangat seru. Saya semakin yakin, jika bersama-sama bersepeda, kita bisa mewujudkan Kota Solo menjadi semakin ramah wisatawan. Karena kebiasaan ini bisa menjadi daya tarik wisata tersendiri,” bebernya.

Respati mengapresiasi antusiasme masyarakat serta jajaran Pemerintah Kota Surakarta yang turut berpartisipasi dalam gerakan bersepeda tersebut. Selain menjadi sarana olahraga dan rekreasi, kegiatan ini juga dinilai sebagai upaya penghematan energi dan pembentukan kebiasaan baru yang positif di masyarakat.

Ia menambahkan, jika konsisten dilakukan, Solo Friday Ride dapat memperkuat identitas Kota Solo sebagai kota pariwisata sekaligus kota olahraga.

“Terima kasih kepada semua yang sudah ikut bersepeda di hari Jumat. Mari kita konsisten. Saya yakin manfaatnya akan dirasakan masing-masing,” jelasnya.

Lebih lanjut, Respati menjelaskan bahwa program Solo Friday Ride merupakan bagian dari implementasi kebijakan efisiensi energi yang juga didorong oleh pemerintah pusat. Upaya tersebut tidak hanya melalui bersepeda, tetapi juga pengurangan penggunaan listrik, efisiensi operasional kendaraan dinas, serta dorongan penggunaan transportasi umum.

“Setiap hari kita mengurangi penggunaan alat-alat listrik. Dampaknya akan terasa setelah beberapa waktu berjalan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa efisiensi energi dari kebijakan tersebut diperkirakan akan lebih besar dibanding sebelumnya, termasuk saat penerapan work from home yang mampu menghemat energi hingga 10 persen.

Terkait transportasi publik, Respati mengakui masih diperlukan banyak pembenahan. Pemerintah Kota Surakarta saat ini tengah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendorong peremajaan sistem transportasi umum agar lebih layak dan menarik digunakan masyarakat.

“Transportasi umum masih perlu banyak perbaikan, dan kami sudah berkomunikasi dengan pemerintah pusat untuk dukungan peremajaan,” pungkasnya.