Relawan Kena Covid, Misi Kemanusiaan PMI Solo di Semeru Berlanjut

oleh
Apel relawan PMI Solo
Direktur Politeknik AKBARA mengecek kesiapan relawan pada apel pemberangkatan ke Lumajang | Foto : Metta NEWS - Puspita

SOLO, MettaNEWS – Misi PMI Kota Solo membantu pemulihan korban erupsi Semeru, tidak berhenti meski sebagian relawan mereka ditarik karena terpapar Covid-19. Saat ini, 27 relawan dari Politeknik Akbara Surakarta itu diisolasi di bawah pengawasan tim dokter.

“Jumlahnya 26 mahasiswa dan seorang pendamping. Hari ini kami cek kesehatan mereka, yang tadinya dua orang bergejala, sekarang sudah reda. Lainnya tidak menunjukkan gejala sama sekali,” ujar Sekretaris PMI Kota Solo sekaligus Pembina Yayasan Akbara, Sumartono Hadinoto, Selasa (8/2/2022).

Sumartono memastikan, perawatan pada relawan tersebut akan dilakukan hingga seluruhnya negative Covid-19. Tim dokter PMI terus memeriksa perkembangan kesehatan, sambil memberikan vitamin yang diperlukan.

Mengenai misi PMI Kota Solo di Semeru, Sumartono menyebut, saat ini masih ada sebagian tim yang berada di Lumajang, Jawa Timur.

“Memang tim terpisah-pisah, jadi ketika satu tim terkena, yang lain masih bisa melanjutkan. Kita tidak berhenti, karena membawa amanat dari warga Solo untuk membantu korban erupsi Semeru,” sebutnya.

PMI Kota Solo, sejak erupsi Gunung Semeru tanggal 4 Desember 2021 telah beberapa kali mengirim tim bantuan. Tim pertama dalam tahap tanggap darurat, melakukan pengobatan massal dan pendistribusian logistik bagi para korban di barak pengungsian.

Tahap berikutnya, pengiriman tim assessment, tim medis dan tim recovery yang membangun sejumlah hunian sementara untuk para korban. Hingga saat ini, pekerjaan itu masih berlangsung bekerja sama dengan sejumlah pihak.

Sekitar Rp 241 juta sumbangan dari masyarakat dan berbagai pihak di Kota Solo, dipercayakan kepada PMI.

“Ini seluruhnya kami kirimkan untuk korban Semeru. Biaya perjalanan dan logistik relawan, kami yang menanggung,” tandas Sumartono.