SOLO, MettaNEWS – Prospect Institute menerima kunjungan tim Center for Environmental, Social, and Governance Studies (CESGS) Universitas Airlangga, Senin (27/4/2026) di Grha AWK, Surakarta. Pertemuan ini menjadi langkah awal penjajakan kolaborasi strategis dalam penguatan praktik Environmental, Social, and Governance (ESG), riset keberlanjutan, serta pengukuran dampak sosial di Indonesia.
CESGS Universitas Airlangga merupakan pusat kajian yang berfokus pada isu keberlanjutan, strategi ESG, serta dampak sosial dan lingkungan perusahaan. Hal ini sejalan dengan Prospect Institute yang bergerak di bidang keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat, dengan komitmen untuk memberikan dampak positif melalui riset, penyusunan strategi, hingga aksi sosial.
Kunjungan tersebut dihadiri oleh pimpinan CESGS Universitas Airlangga, Prof. Iman Harymawan, SE., MBA., Ph.D., Aditya Aji Prabhawa selaku Managing Director of Sustainability Consulting and Capacity Building, serta tim CESGS lainnya.
Dalam suasana hangat dan terbuka, kedua institusi saling berbagi perkembangan program yang tengah dijalankan. CESGS memaparkan berbagai inisiatif di bidang riset, konsultasi, dan capacity building terkait ESG. Sementara itu, Prospect Institute memperkenalkan pengalaman pendampingan yang telah dilakukan bersama berbagai perusahaan di Indonesia.
Sejak 2018, Prospect Institute telah terlibat dalam penyusunan laporan keberlanjutan, pengembangan komunikasi ESG, serta riset strategis. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan perusahaan terhadap praktik keberlanjutan terus berkembang, tidak hanya dalam aspek pelaporan, tetapi juga strategi bisnis dan pengelolaan reputasi.
Salah satu topik utama yang dibahas dalam pertemuan ini adalah peluang kerja sama dalam penyusunan feasibility study report di bidang impact assessment, termasuk pendekatan Social Return on Investment (SROI). Pendekatan ini dinilai semakin penting untuk membantu organisasi mengukur manfaat sosial dari program yang dijalankan secara lebih komprehensif.
Presiden Direktur Prospect Institute, Miftah Faridl Widhagdha, menyampaikan harapannya agar pertemuan ini menjadi awal dari kolaborasi yang relevan dan berdampak.
“Harapannya, pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menemukan titik temu kolaborasi yang relevan antara CESGS Universitas Airlangga dan Prospect Institute, khususnya dalam pengembangan kajian ESG yang lebih aplikatif dan kontekstual,” paparnya.
Dalam diskusi tersebut, kedua pihak juga membahas tren sustainability reporting ke depan, termasuk meningkatnya perhatian terhadap penerapan standar IFRS S2 yang berfokus pada pengungkapan risiko dan peluang terkait iklim. Standar ini dinilai akan mendorong perusahaan untuk meningkatkan kualitas data, transparansi, serta kesiapan tata kelola keberlanjutan.
Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan antara CESGS Universitas Airlangga dan Prospect Institute. Ke depan, kedua pihak akan melanjutkan komunikasi dalam bentuk program konkret guna mendorong kontribusi positif bagi pengembangan praktik ESG di Indonesia.







