SUKOHARJO, MettaNEWS – Presiden Jokowi menyalurkan bantuan pangan berupa 5.600 ton beras ke masyarakat di Kompleks Pergudangan Bulog Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo, Senin (10/4/2023).
Presiden Jokowi tiba di Gudang Bulog pukul 10.40 WIB bersama Kepala Bulog Budi Waseso, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Dalam kesempatan ini, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pemerintah akan meyalurkan bantuan serupa hingga tiga bulan ke depan.
“Secara nasional semuanya yang diberi bantuan pangan sebanyak 21,3 juta warga dan kita harapkan dengan bantuan pangan ini juga bisa menurunkan harga beras,” ujar Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi mengatakan stok beras hingga saat ini masih melimpah. Terlebih beberapa wilayah di Indonesia saat ini tengah memasuki panen raya, sehinggga pasokan beras masih terpenuhi.
“Hampir di semua provinsi saya sudah cek, di Jawa Timur kemarin kemudian di Sulawesi Selatan di Maros saya cek. Dan di Jawa Tengah, di Jawa Barat panen raya. Jadi masalah pasokan supply tidak ada masalah,” ujar Jokowi.
Hasil panen raya ini juga menjadi cadangan strategis sekaligus persiapan pemerintah menghadapi musim El Nino. Lebih lanjut, Presiden Jokowi juga menyinggung soal harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional.
Bantuan Pangan Menyasar 21,3 Juta Warga
Terpisah, Kepala Bulog Budi Waseso mengatakan, bantuan beras seberat 10 kilogram ini akan menyasar 21,3 juta masyarakat Indonesia. Dengan periode bantuan untuk bulan Maret, April, dan Mei.
Khusus bantuan masyarakat di Solo dan sekitarnya, Bulog menyiapkan 5600 ton. Sesuai daftar penerimaan dari Kementrian Sosial.
“Ini yang bulan Maret dan April. Sama yang Maret kemarin belum dapat berarti dobel. Pokoknya Maret, April, dan Mei,” kata Budi Waseso.
Bantuan tahap awal ini dilakukan selama tiga bulan, untuk nantinya akan dievaluasi kembali. Budi mengatakan, ada atau tidaknya bantuan lagi tergantung pada program pemerintah nanti.
Sementara itu, Riyanti warga Ngemplak Boyolali mengaku senang mendapat bantuan berupa uang tunai dan beras. Ia akan menggunakan bantuan tersebut untuk kebutuhan Lebaran.
“Sangat senang sekali bisa membantu yang nggak punya, dapat uang beras. Uang buat lebaran karena diPHK, uangnya Rp 1.2 juta,” ujar Riyanti.








