SOLO, MettaNEWS – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan mushaf Al Qur’an berukuran 2 meter x 1,5 meter ke pengurus Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Kamis (21/9/2023) pagi.
Presiden Jokowi tiba di Masjid Zayed sekira pukul 06.15 WIB dengan didampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesnag) Pratikno langsung menuju ruang transit VVIP. Kedatangannya disambut oleh Wakil Imam Besar Gus Karim dan Direktur Masjid Zayed, Munajat.
Presiden Jokowi lalu menuju hall Masjid Zayed untuk meninjau langsung mushaf Al Qur’an. Pukul 06.20 WIB Presiden Jokowi kemudian meninggalkan Masjid Zayed.
Direktur Operasional Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Munajat menyambut baik pemberian mushaf Al Qur’an berukuran raksasa ini ke masjid yang menjadi simbol persahabatan Indonesia dengan Uni Emirat Arab (UEA).
“Kami sangat senang sekali dengan pemberian mushaf Al Qur’an dari Unsiq (Universitas Sains Al Qur’an-red) Wonosobo selaras dengan program kita yaitu yang salah satu program utama kajian Al Qur’an tafsir dan semaan rutin mingguan,” terangnya.
Mushaf Al Qur’an Presiden Jokowi tiba di Masjid Zayed pada Rabu (20/9/2023). Dikirim langsung dari Universitas Sains Al Qur’an (Unsiq) Wonosobo, mushaf ini dibuat sejak tahun 2017.
“Pak Jokowi minta dikasihkan ke Masjid Raya Sheikh Zayed. Alasannya biar lebih bermanfaat bisa digunakan oleh para qotot dan hafidz Al Qur’an. Nanti biar bisa menumbuhkan menyemangati masyarakat atau pengunjung yang berada di sini untuk lebih mencintai dan belajar Al Qur’an,” kata Munajat.
Mushaf Al Qur’an Presiden Jokowi miliki berat total 1 ton, 4 kuintal untuk kertasnya dan 6 kuintal berat rekalnya. Agar kondisi mushaf Al Qur’an tetap terjaga dengan baik, pengurus Masjid Zayed membuat garis pembatas agar pengunjung tidak menyentuh mushaf.
Sedangkan saat malam hari, mushaf Al Qur’an tersebut akan ditutup kain. Rencananya sebelum azan dan iqomah, Masjid Zayed akan mengumandangkan murotal menyesuaikan ayat-ayat mushaf Al Qur’an Presiden Jokowi.
“Perawatannya ada SOP nya tidak semua masyarakat tidak bisa menyentuh ini tetap akan dibuka. Sudah terlindungi tidak dikaca setiap hari dibuka terus nanti hanya orang tertentu yang menyentuh biar tidak mudah rusak,” pungkasnya.







