Polemik Tahta PB XIV, Gusti Moeng Tegaskan Kerabat Keraton Surakarta Harus Rembug Keluarga Besar

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Munculnya undangan naik tahta atau jumenengan PB XIV dari Keraton Surakarta memantik reaksi dari beberapa pihak khususnya para kerabat dalem.

Melalui pernyataan tertulis yang dikirimkan lewat WA grup wartawan, GKR Wandansari Koes Moertiyah atau yang akrab disapa Gusti Moeng menegaskan terkait suksesi kepemimpinan di Keraton Surakarta Hadiningrat, hal tersebut masih memerlukan rembug keluarga besar.

Langkah ini dinilai penting agar pelaksanaan suksesi tetap sejalan dengan ketentuan adat dan hukum nasional. Mengingat Keraton merupakan National Living Heritage atau Cagar Budaya hidup yang masih utuh dengan seluruh elemennya.

“Saat ini KGPH Hangabehi sebagai putra tertua Paku Buwono XIII masih berupaya melakukan komunikasi dengan adiknya, KGPH Purboyo, yang hingga kini pembicaraannya belum tuntas,” ungkapnya, Rabu (12/11/2025).

Melalui pernyataannya, Gusti Moeng berharap seluruh pihak dapat berkomitmen menjaga kelestarian dan marwah Keraton Surakarta Hadiningrat sebagai warisan budaya bangsa yang menjadi tanggung jawab bersama.

Gusti Moeng juga mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap Keraton Surakarta Hadiningrat sebagai salah satu cagar budaya paling berharga di Indonesia.

Menurutnya, keberadaan Keraton bukan sekadar simbol sejarah, melainkan juga penanda peradaban budaya bangsa yang masih hidup hingga kini.

“Keraton Surakarta Hadiningrat adalah cagar budaya yang sangat penting sebagai penanda peradaban budaya Indonesia. Oleh karena itu, keberadaannya harus dilindungi berdasarkan Undang-Undang yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Gusti Moeng.

Ia menjelaskan bahwa dalam menjalankan amanat konstitusi dan upaya pemajuan kebudayaan, negara melalui Kementerian Kebudayaan telah hadir untuk memastikan pengelolaan Keraton berjalan sesuai dengan ketetapan adat.

“Di sisi lain, apabila terdapat kaitan dengan hukum nasional, maka perlu dilakukan sinkronisasi agar seluruh proses berjalan tertib, damai, dan penuh hikmat,” tegasnya.