SOLO, MettaNEWS – Progress proyek penataan pedestrian Koridor Ngarsapura-Gatot Subroto (Gatsu) baru mencapai 8,4 persen. Menelan anggaran Rp 30 milliar saat ini pengerjaan baru sampai di tahap 1 pemasangan lantai batu andesit.
Project Manager PT Wita Surya Sarana Riur Pandapotan mengatakan pengerjaan proyek terbakar lantaran terhalang parkir dan kendaraan. Padahal proyek ini ditargetkan rampung pada Desember 2022.
“Anggaran Rp 30 juta tahap pengerjaan perbaikan lantai andesit lampu listrik furniture kursi taman pembuatan gawangan kanopi di daerah Gatsu seperti contoh yang di Malioboro, Gatsu masih satu koridor dengan batu andesit karena sebelumnya sama dengan batu candi makanya diubah jadi batu andesit,” kata Riur kepada awak media, Rabu (24/8/2022).
Proyek yang memiliki total panjang 500-an meter ini didesain dengan sentuhan budaya Jawa. Khusus di simpang empat akan ada fasad bergambar wayang sebagai ikon Kota Solo.
“Fasad kita coba merubah kami sarankan untuk fasad lebih tahan lama pengunaannya dari pada menggunakan kayu yang hanya dua tahun maka kita gunakan cor alumunium, tahun ini desainnya yang utama pedestrian sama fasad di perempatan Slamet Riyadi untuk pusat kotanya,” katanya.
Akan menjadi kawasan yang steril dan nyaman bagi wisatawan, area UMKM di Jalan Gatot Subroto akan dihiasi dengan mural yang akan mulai digarap pada September mendatang.
“Rumah warga yang punya usaha nanti ditingkatkan termasuk UMKM berada di daerah Gatsu kita buatkan mural untuk menunjukkan arah bagi wisatawan untuk masuk ke dalam, di sini stelril tujuannya supaya daerah sini ramai untuk wisatawan, ritmenya satu tempat sama,” terangnya.
Di konsep yang baru, Koridor Ngarsapura tak mengalami pelebaran dan masih sama dengan ukuran lama. Pengerjaan pedestrian ini digarap secara paralel artinya akan dikerjakan satu per satu. Berdasar koordinasi dengan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka dan Dinas Lingkungan Hidup, pihaknya diminta mempertahankan pohon yang ada agar tetap asri.
“Lebar jalan ini variatif 5, 9, 12 meter tergantung kondisi, trotoar berukuran 8 meter dan nggak diubah cuma kita buat untuk estetikanya, kalau ketinggian sama denga perencanaan tambah 5 cm untuk kebutuhan parkir di Solo, tinggi tambah 5 cm pohon,” katanya.







