Pemprov Jateng Siapkan Tali Asih Rp150 Juta, Gubernur Ahmad Luthfi Tegaskan Atlet Berprestasi Harus Dilindungi

oleh
oleh

SEMARANG, MettaNEWS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya menjaga atlet-atlet berprestasi agar tetap loyal dan tidak pindah membela daerah lain.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah bersama seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) memberikan perhatian serius, pembinaan berkelanjutan, serta apresiasi nyata kepada para atlet.

Penegasan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat menghadiri acara pemberian tali asih bagi atlet taekwondo berprestasi di Gedung PGRI, Kompleks GOR Wujil Ungaran, Kabupaten Semarang, Sabtu (21/2/2026).

“Saya berpesan kepada KONI Jateng dan pengurus masing-masing cabor, jangan sekali-kali atlet kita yang berprestasi kabur dari Provinsi Jawa Tengah. Mereka harus kita lindungi dan kita perhatikan,” tegas Ahmad Luthfi.

Luthfi menyebut langkah Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Jawa Tengah yang memberikan tali asih kepada atlet berprestasi merupakan contoh konkret bentuk perlindungan sekaligus penghargaan atas dedikasi atlet.

Ia mendorong agar pola serupa diterapkan oleh seluruh cabor di Jawa Tengah.
Pemprov Jawa Tengah, lanjutnya, menempatkan pengembangan olahraga sebagai bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembinaan berjenjang, peningkatan sarana dan prasarana olahraga, serta dukungan anggaran yang berkelanjutan.

Sebagai bentuk apresiasi nyata, Pemprov Jateng menyiapkan tali asih dengan total nilai Rp150 juta bagi atlet-atlet berprestasi. Para atlet tersebut akan diundang secara khusus ke kantor gubernur pada 5 Maret 2026 mendatang.

Dalam acara di Ungaran, tali asih diserahkan secara simbolis kepada atlet taekwondo peraih medali di ajang SEA Games. Rinciannya, Rp12,5 juta untuk peraih medali emas, Rp10 juta bagi peraih perak, dan Rp7,5 juta untuk peraih perunggu.

Selain atlet SEA Games, penghargaan juga diberikan kepada peraih medali emas, perak, dan perunggu pada PON Beladiri di Kudus serta Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas). Apresiasi turut diberikan kepada pelatih berprestasi Indra Darmawan, serta bantuan satu set matras untuk pengurus taekwondo Kabupaten Wonogiri.

“Selamat kepada atlet yang telah mengukir prestasi. Yang belum, tetap semangat mengejar prestasi. Semakin berprestasi, semakin berkarakter dan punya sesuatu yang bisa dibanggakan,” tutur Ahmad Luthfi memberi motivasi.

Ketua KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, menyampaikan bahwa prestasi taekwondo Jateng konsisten menonjol di tingkat nasional maupun internasional. Pada SEA Games 2025 di Thailand, atlet taekwondo Jawa Tengah menyumbangkan satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu untuk kontingen Indonesia.
Sementara pada PON Beladiri, atlet taekwondo Jateng berhasil mempersembahkan empat emas, enam perak, dan sembilan perunggu bagi kontingen Jawa Tengah.

“Kami mengapresiasi pengurus cabor yang mampu secara mandiri memberikan tali asih seperti Pengprov Taekwondo Jateng ini,” kata Sujarwanto.

Ia menambahkan, KONI Jateng berkomitmen memikirkan keberlanjutan karier dan kesejahteraan atlet. Atlet, menurutnya, tidak boleh mengalami kesulitan pada masa tua, dan negara harus hadir memberikan ruang hidup yang layak bagi profesi atlet.