PEKALONGAN, MettaNEWS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan perhatian kepada para penghafal Al-Qur’an melalui pemberian bisyaroh atau insentif.
Langkah tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus ikhtiar menghadirkan keberkahan dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat memberikan sambutan dalam acara Wisuda Tahfidh Qur’an Pondok Pesantren Roudhlotul Qur’an di Jetak Kidul, Wonopringo, Kabupaten Pekalongan, Minggu (1/2/2026).
“Pemerintah memberikan bisyaroh kepada orang-orang yang menghafalkan Al-Qur’an. Perkiraan saya, supaya APBD Jawa Tengah biar berkah,” kata Gus Yasin, sapaan akrab Taj Yasin, mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Gus Yasin menyampaikan langkah tersebut diyakini dapat membawa keberkahan sehingga hasil pembangunan di Jawa Tengah dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Keberkahan menjadi faktor penting agar pembangunan tetap berjalan dan manfaatnya bisa menjangkau masyarakat secara menyeluruh, meskipun di tengah keterbatasan anggaran.
Gus Yasin menjelaskan, perhatian pemerintah kepada para hafiz dan hafizah bukan sekadar bentuk penghargaan simbolik, melainkan bagian dari upaya menempatkan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai fondasi dalam pembangunan daerah.
Ia juga menekankan bahwa capaian santri dalam menghafal Al-Qur’an sebaiknya tidak berhenti pada momentum wisuda. Para santri didorong untuk terus melanjutkan, menjaga, dan memperdalam hafalan serta pemahaman Al-Qur’an, karena di dalamnya terdapat banyak cabang ilmu yang dapat menjadi bekal dalam berbagai aspek kehidupan.
“Hafalan Al-Qur’an itu bukan hanya menghafal, tetapi juga memahami makna dan kandungannya. Di dalamnya ada turunan ilmu yang sangat luas,” ujar suami Hj. Nawal Arafah Yasin (Ning Nawal) tersebut.
Ia menambahkan, nilai-nilai Al-Qur’an dapat menjadi benteng bagi umat Islam sekaligus pedoman dalam berdakwah, bersikap, dan menjalani kehidupan bermasyarakat.
Oleh karena itu, peran orang tua juga sangat penting untuk terus mendampingi dan memotivasi putra-putrinya dalam menjaga kualitas hafalan.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Roudhlotul Qur’an Jetak Kidul, KH Habib Ali, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Gubernur Jawa Tengah dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran pemerintah dalam acara wisuda tahfidh menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan pendidikan keagamaan di Jawa Tengah.
“Saya berharap pengalaman belajar di pondok pesantren ini benar-benar menjadi sumber ilmu yang membawa berkah di dunia dan akhirat,” tuturnya.
Dalam acara tersebut, terdapat tiga santri penghafal Al-Qur’an 30 juz yang menerima bisyaroh, yakni Ahmad Ro’in Tuqotullah, Siti Aisyah, dan Nurul Musthofi’ah.
Melalui apresiasi ini, Pemprov Jawa Tengah berharap semakin banyak generasi muda yang termotivasi untuk menghafal Al-Qur’an dan mengamalkan nilai-nilainya, sehingga turut memperkuat dimensi spiritual dalam proses pembangunan di Jawa Tengah.








