Pemkot Solo Bakal Bangun Sekolah Baru Lagi, SMAN 10 Solo di Kecamatan Laweyan

oleh
SMAN
SMAN 1 Solo | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Pemerintah Kota Solo berencana membangun SMAN baru untuk memenuhi kebutuhan sekolah negeri di wilayah yang luput dari zonasi tiap Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan VII Jawa Tengah, Agus Triyanto mengatakan sekolah baru itu yakni SMAN 10 Solo. Pihaknya membidik Kecamatan Laweyan sebagai lokasi berdirinya SMAN ini.

Sama halnya dengan perencanaan SMAN 9 Solo, saat ini pihaknya masih menunggu proses hibah sekolah dari Dinas Pendidikan Kota Solo ke Provinsi Jawa Tengah. Proses ini membutuhkan waktu yang tak sebentar.

“Setelah hibah baru disiapi dengan cara pembangunan unit sekolah baru. Kalau belum ada sekolah yang dihibahkan ke provinsi ya provinsi belum bisa memberikan pendirian. Jadi prosesnya lama tidak langsung segera,” ujar Agus ketika dihubungi MettaNEWS, Kamis (13/7/2023).

Tingginya animo masyarakat menyambut pembangunan SMAN di Kecamatan Laweyan menjadi alasan utama mengapa SMAN 10 Solo ini ada. Sebab di lokasi ini, calon peserta didik kerap tercecer dari sistem zonasi PPDB tiap tahunnya.

“Sementara baru bayangan rencana di Laweyan yang notabene dari masyarakat sekitar zonasinya jarang yang bisa masuk itu akan difasilitasi. Tapi itu semua tergantung kesiapan dari dinas kota untuk menyiapkan lahan kita nanti dari provinsi manut, saya siap ngawal,” ujarnya.

Kecamatan Laweyan didominasi SMA swasta dan SMK. Peserta didik hanya miliki kesempatan masuk zonasi di dua sekolah yakni SMAN 4 Solo dan SMAN 7 Solo.

“Sebenarnya nggak kekurangan SMA ya, karena kita ada SMA swasta yang berperan. Tapi kan masyarakat sukanya yang gratis. Kalau swasta gratis mungkin juga pada lari ke sana. Cuma butuh yang negeri biasanya permohonan dari masyarakat. Padahal di sekitar ada SMA swasta SMK kembali lagi masyarakat carinya sekolah gratis,” terangnya.

Jumlah SMAN di Solo sejatinya sudah mampu memenuhi kebutuhan lulusan SMP sederajat pada PPDB tahun ini. Sedikitnya 75 persen dari total 11.300 lulusan bisa masuk SMAN.

“Sekolah SMAN sudah mencukupi, PPDB tahun ini bisa menyerap 75 persen lulusan SMP sederajat termasuk MTS 11.300 sekian yang diterima dialokasikan ada 8.000-an. Yang 25 persen untuk swasta sebenarnya sudah memenuhi target yang di Solo,” paparnya.

Pihaknya menyambut baik pembangunan SMAN 10 Solo untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Solo.

“Kita akan meningkatkan mutu pendidikan selama masih ada lahan yang dihibahkan ke provinsi. Harapannya untuk meningkatkan mutu dan memperluas akses pendidikan,” jelas Agus.

Gibran Wujudkan Keinginan Masyarakat Bangun SMAN 10 Solo

Sebelumnya Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka saat diwawancarai di Balai Kota Solo, Senin (3/07) menyebut bahwa pihaknya telah berkomitmen untuk menambah jumlah SMA di Kota Solo. Ia pun memastikan, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) akan mendukung usulan tersebut.

“Tahun depan saya sudah komitmen, Pak Gubernur juga pasti akan mendukung untuk panambahan lagi SMA,” katanya.

Pemabangunan SMA baru nantinya akan bertempat di Kecamatan Laweyan Solo dengan cara mengalihkan fungsi aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Solo yang sudah ada.

Menurut Gibran, pihaknya saat ini tengah melakukan persiapan terkait pembangunan SMA baru tersebut agar bisa mengikuti proses PPDB tahun 2024.

“Permasalahan setiap tahun kan sama terus dan sebelum menjabat permasalahan itu ada terus. Makanya di tahun ini dan tahun depan, ada penambahan SMA. Menggunakan aset yang sudah ada sehingga tidak perlu membangun baru,” beber dia.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng sebelumnya telah membuka SMA baru di Kota Solo dengan nama SMA N 9 Surakarta. Sekolah tersebut bahkan telah masuk dalam salah satu pilihan murid lulusan SMP tahun 2023 dalam sistem PPDB Online dengan daya tampung mencapai 180 siswa atau 5 rombel (rombongan belajar).