SOLO, MettaNEWS – Pemerintah Kota Solo anggarkan Rp 3,3 miliar untuk bayar biaya BST hingga akhir tahun 2022. Hal tersebut disampaikan Kepala dinas perhubungan Solo Taufiq Muhammad saat jumpa pers di kantor Dishub (31/10/22).
Dengan anggaran itu diharapkan cukup untuk membayar semua penumpang yang menggunakan BST dari bulan November hingga Desember 2022.
“Per-hari ini (31/10) diberlakukan berbayar, tapi wilayah Solo akan ditanggung Pemkot hingga akhir Desember,” ungkapnya.
Dikatakan, masyarakat membayar Rp 3.700 sekali tap kartu e-money untuk naik BST. Kartu yang dapat digunakan antara lain e-money, flazz, brizzi dan beberapa kartu lainya.
“Harus pakai kartu e-money. Tapi di masa transisi ini tap kartu tidak memakan biaya,” jelasnya.
Pengguna kartu tap pada masa transisi ini, sebagai latihan masyarakat. Selain itu pihak dishub membutuhkan data penumpang setiap harinya.
“Kita akan total perbulan, berati 2 kali November dan Desember. Nanti kita serahkan ke pemkot dan bakal di bayarkan sesuai jumlah penumpang bulan itu.
Sementara itu, Manager BST Sri Sadad mengungkapan, pihaknya akan memperketat peraturan ketika masuk BST.
” Tetap yang pertama ada tap kartu. Jika penumpang tidak bawa kartu, mohon maaf kami tidak memperbolehkan masuk,” ungkapnya.
Kemudian pihaknya juga mengimbau agar setiap orang membawa kartu sendiri. Dikhawatirkan pengunaan satu kartu untuk beberapa orang bakal membutuhkan waktu lama.
“Selain itu agar dapat akurat mendeteksi jumlah penumpang,” pungkasnya.







