Pembelian Minyak Goreng Curah Pasar Legi, Terapkan 2 Sistem Antrean

oleh
Minyak goreng
Pembelian minyak goreng curah Pasar Legi gunakan 2 nomor antrean, Jumat (8/4/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Masih menjadi kebutuhan pokok yang digunakan saat Ramadan, antrean panjang minyak goreng masih terjadi disalah satu distributor Pasar Legi, Solo, Jumat (8/4/2022). Seperti yang nampak di CV Santosa yang berada di belakang Pasar Legi sisi selatan, puluhan warga dari berbagai daerah antre dengan membawa nomor antrean.

Dari pantauan Mettanews dilokasi, uluran panjang antrean minyak goreng curah di CV Sentosa sudah terlihat sejak pukul 06.30 WIB meskipun toko buka pada 08.30 WIB. Minyak goreng curah yang dijual seharga Rp 15.000/kg ini pembeli hanya mendapatkan jatah sebanyak 1 jiriken berukuran 17 kilogram.  

Salah satu pedagang gorengan intip asal Bekonang, Sukoharjo, Pramono (55) mengaku sudah mengantre sejak pukul 04.00 WIB dini hari. Sudah sering antre sejak 10 hari lalu,  Pramono menyebut antrean minyak goreng curah di CV Sentosa setiap harinya semakin panjang hingga mencapai puluhan pengantre.

“Kalau sebelumnya antre dari jam 05.00 atau 06.00 biar bisa masuk ke barisan antrean. Kalau nomor antrean itu yang mengeluarkan toko, cuma dibatasi 100 pengantre. Inisiatif dari rekan-rekan yang datang paling pagi otomatis mendapat urutan baris nomor satu, terus nomor dua dan seterusnya. Biar ga ricuh tadi dibagi nomor antrean dari security pasar. Tapi kalau antrean minyaknya tetep dari toko,” ungkap Pramono saat ditemui di sela-sela aktivitas mengantre, Jumat (8/4/2022).

Pramono mengungkapkan warga yang mengantre pada awalnya tidak tertata meskipun sudah menggunakan nomor kedatangan. Hingga pihak kemanan pasar menegaskan nomor urutan agar saat pembagian nomor antrean agar tidak terjadi kericuhan. Selain itu, nomor kedatangan tersebut untuk mengantisipasi adanya warga yang mengambil nomor antrean lalu meninggalkan toko begitu saja. Sehingga warga yang selalu menunggu di depan toko justru akan mendapatkan antrean lebih akhir. Hal semacam ini dirasa tidak adil, maka pihak kemanan pasar mengantisipasi dengan membuat nomor kedatangan agar lebih merata.

“Pas datang belum ada antrean, orang-orang menunggu secara bergerombol di depan sini (CV Sentosa),” terangnya.

“Pembagian nomornya dari jam 02.30 WIB, ada security pasar yang stand by disini bawa nomor. Orang yang datang pertama dikasih, dan orang berikutnya begitu,” sebutnya.

Sementara itu, untuk produksi gorengan intip tempatnya, Pramono menyebut dalam satu kali penggorengan membutuhkan 15 kilogram minyak goreng.

“Sekali tuang ke penggorengan itu kan volume wajannya memang besar butuh 15 kilogram,” ucap Pramono.

Sebelumnya ia menggunakan minyak goreng kemasan untuk produksi intip goreng. Namun dengan harga minyak goreng kemasan yang sudah melambung tinggi hingga mencapai harga Rp 28.500/liter membuatnya harus menggunakan minyak goreng curah sebagai alternatif.

“Pakai minyak kemasan kalau dihitung-hitung enggak untung. Besar dimodal,” tukasnya.

Sementara itu, pengantre lain,  Siti Aminah (42) seorang penjual gorengan asal Kadipiro mengaku baru pertama kali antre minyak goreng curah di Pasar Legi. Datang sejak pukul 07.30 WIB, Sit menyebut sebelumnya ia mencari minyak goreng curah dibeberapa wilayah di Solo, namun tidak mendapatkan hasil.  

“Kalau cari minyak goreng curah itu sulit. Untuk goreng-goreng itu butuh minyak 2 liter tiap harinya sehingga,” tutur Siti.

Mendapatkan nomor antrean 67, Siti menyebut ia sebelumnya telah mengambil nomor kedatangan dari keamanan pasar dan mendapatkan urutan ke 59. Namun karena tidak selalu berada di toko CV Sentosa, nomor kedatangannya tergeser oleh pengantre lain.