Pelatih Baru Persis Solo Proses Imigrasi, Caretaker Tambah 2 Pekan dan Siap Tanggung Konsekuensi

oleh
Rasiman Pelatih Sementara Persis Solo dalam jumpa pers di Stadion Manahan Jumat (2/9/22) | Doc : Persis Solo

SOLO, MettaNEWS – Manajemen Persis Solo mengklaim bahwa pelatih kepala baru Laskar Sambernyawa masih dalam proses administrasi. Pihaknya siap menanggung konsekuensi dari PSSI.

Berdasarkan surat dengan nomor SPm.029/PSS/IX/2022 kepada Liga Indonesia Baru (LIB) meminta permohonan penangguhan kepala pelatih. Pasalnya, pelatih anyar mereka masih dalam proses imigrasi dan RECC.

“Kita menyampaikan permohonan penambahan periode caretaker coach selama 2 pertandingan ke depan. Yakni pada laga melawan PSM Makassar (29/9) dan RANS Nusantara (6/10),” ungkap Bryan Barcelona, media officer Persis, Rabu (28/9/22).

Lebih lanjut, Bryan menjelaskan bahwa terkait regulasi BRI Liga 1 2022/2023 Pasal 31 Ayat 10 yang disampaikan melalui surat 001/P.REG-L1/2022 belum dipenuhi oleh Persis Solo. Pihaknya mengaku siap menerima resiko apapun dari PSSI.

“Kami selaku tim peserta liga patuh akan konsekuensinya dan secara sadar siap memenuhi tuntutan denda pelanggaran,” tegasnya.

Persis Solo dalam dua pertandingan ke depan baik melawan PSM Makassar ataupun Rans Nusantara akan memberikan kepercayaan penuh kepada Rasiman. Nahkoda sementara Laskar Sambernyawa ini sekaligus bisa mendapatkan lisensi AFC Pro sebagai syarat menjadi pelatih Liga 1.

Namun disayangkan karena PSSI terakhir kali menggelar Kursus Kepelatihan Lisensi AFC Pro pada 2020, sehingga beberapa sosok pelatih di Indonesia urung mendapatkan akses untuk meraih lisensi tertinggi guna melatih tim Liga 1.

“Besar harapan Persis agar PSSI bisa segera bisa menggelar Kursus Kepelatihan Lisensi AFC Pro seperti yang dijanjikan. Karena hal ini tidak lepas dari visi dan misi PSSI yang menyatakan bahwa program pengembangan kepelatihan merupakan prioritas PSSI dalam pembangunan sepakbola Indonesia,” pungkasnya.