NAGOYA, MettaNEWS – Maulana Rifky Yavianda kembali mengharumkan nama Indonesia di Asian Para Games 2026. Perenang para Indonesia itu meraih medali emas nomor 100 meter gaya punggung S12 putra sekaligus memecahkan rekor Asia di Nagoya City General Gymnasium, Selasa (20/10/2026).
Rifky mencatatkan waktu 1 menit 3,07 detik. Catatan tersebut melampaui rekor Asia milik perenang Jepang, Genki Saito, yang sebelumnya membukukan waktu 1 menit 3,46 detik pada Mei 2026.
Rifky juga mempertajam rekor Asian Para Games miliknya sendiri, yakni 1 menit 3,55 detik, yang dicatatkan di Hangzhou pada 2023.
Persaingan di kolam berlangsung ketat. Saito yang berenang di lintasan sebelah finis di posisi kedua dengan waktu 1 menit 3,76 detik, terpaut 0,69 detik dari Rifky. Sementara itu, medali perunggu diraih perenang Uzbekistan, Dmitriy Khorlin, dengan catatan waktu 1 menit 5,77 detik.
Meski kembali naik podium tertinggi dan mencetak rekor Asia, ada kerinduan yang menyertai kebahagiaan Rifky. Istri dan anaknya yang baru berusia 10 bulan tidak bisa hadir langsung menyaksikan perjuangannya di Jepang.
“Perasaannya senang sih, sama seperti yang kemarin. Cuman kayaknya makin kangen sama yang di rumah. Sedih,” ungkap Rifky seusai pertandingan.
Emas Dipersembahkan untuk Keluarga
Bagi Rifky, keberhasilan meraih emas terasa belum lengkap tanpa kehadiran keluarga di tribun. Selama berada di Nagoya, ia hanya bisa melepas rindu melalui panggilan video.
“Saya senang, tapi tetap rasanya ingin mereka di sini. Lebih kangen. Saya lebih ingin ketemu langsung. Kita sekarang kan hanya lewat video call,” tuturnya.
Begitu turun dari podium, Rifky langsung menghubungi keluarganya. Sambutan bahagia dari istri dan anaknya menjadi tambahan semangat untuk melanjutkan perjuangan di kompetisi tersebut.
“Mereka senang. Ya, menjadi semangatnya terus,” ujarnya.
Meski merasakan kerinduan, Rifky memilih bersyukur karena bisa memberikan kabar baik kepada orang-orang tercinta di rumah.
“Ya, lebih itulah. Tapi alhamdulillah, nggak apa, yang penting dapat kabar baiknya aja,” katanya.
Medali emas dan rekor Asia itu secara khusus ia persembahkan kepada istri, anak, dan keluarga yang terus mendukungnya dari Indonesia.
“Terutama ya istri dan anak saya, dan keluarga,” ucapnya.
Rifky mengaku rutin melakukan panggilan video dengan buah hatinya untuk mengobati rindu selama menjalani pertandingan di Jepang.
“Iya, selalu, tiap waktu,” katanya ketika ditanya apakah rutin melakukan video call dengan sang anak.
Tanggung Jawab Baru Jadi Sumber Kekuatan
Kehidupan Rifky kini berbeda dibandingkan saat berlaga di Asian Para Games Hangzhou 2023. Setelah berkeluarga dan menjadi seorang ayah, ia merasakan tanggung jawab yang lebih besar ketika bertanding.
“Sebenarnya dari Hangzhou waktunya lebih baik. Cuman bedanya sekarang, semenjak berkeluarga ini, tanggung jawab atau tekanannya saya lebih berasa,” ungkapnya.
Namun, tanggung jawab tersebut tidak hanya menjadi tekanan. Bagi Rifky, keluarga justru menjadi sumber kekuatan untuk terus berjuang dan memberikan hasil terbaik bagi Indonesia.
“Kekuatan itu sih,” katanya singkat.
Dalam pertandingan 100 meter gaya punggung, Rifky mengaku tampil lebih rileks dibandingkan saat mengikuti nomor 100 meter gaya bebas sehari sebelumnya. Ia sempat merasa gugup ketika melihat para pesaing yang akan dihadapinya.
“Jujur, kalau berangkat dari sini sebenarnya target dari pelatih juga nggak ada. Untuk target diri sendiri itu ada. Cuman setelah sampai sini, lihat lawan-lawan, ya sempat deg-degan, paling gemetar juga kemarin di 100 bebas,” akunya.
Untuk pertandingan gaya punggung, ia berusaha lebih menikmati perlombaan dan tidak terlalu terbebani oleh hasil akhir.
“Untuk 100 punggung ini, tekanannya buat saya lebih rileks. Jadi saya nikmati dulu, sepasrahnya,” lanjutnya.
Keberhasilan memecahkan rekor Asia pun menjadi motivasi bagi Rifky untuk terus meningkatkan kemampuan.
“Alhamdulillah. Itu membuat saya latihan lebih keras lagi, dan semoga bisa lebih tajam lagi,” ujarnya.
Sudah Kantongi Dua Emas, Masih Punya Dua Nomor
Medali emas nomor 100 meter gaya punggung menjadi emas kedua Rifky di Asian Para Games 2026. Sehari sebelumnya, ia juga menjadi yang terbaik pada nomor 100 meter gaya bebas.
Capaian tersebut menyamai jumlah medali emas yang diraihnya pada Asian Para Games 2022 di Hangzhou, ketika ia membawa pulang dua emas dan satu perak.
Peluang menambah koleksi medali masih terbuka. Rifky dijadwalkan tampil pada dua nomor lainnya, yakni 50 meter gaya bebas dan 100 meter gaya kupu-kupu.
Ia memilih fokus memberikan kemampuan terbaik dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Tuhan.
“Saya berusaha semaksimal mungkin terus. Ya, nanti dilihat saja, yang di Atas yang menentukan. Saya bisa berusaha dan berdoa, pasrah saja,” kata Rifky.
Rifky juga berpesan kepada para atlet yang masih berjuang di Asian Para Games 2026 maupun yang tengah menjalani pemusatan latihan di Indonesia agar tidak mengendurkan semangat.
“Latihan sekeras mungkin terus. Jangan lupa berdoa. Usaha dan doa, nanti hasil Allah yang menentukan,” pungkasnya.








