Debut di Usia 17 Tahun, Abdil Majid Rahman Langsung Raih Emas Asian Para Games 2026

oleh
oleh
Perenang Indonesia Abdil Majid Rahman memacu kecepatan saat tampil dalam final nomor 100 meter gaya dada SB7 putra Asian Para Games 2026 di Nagoya City General Gymnasium, Nagoya, Jepang, Kamis (22/10/2026). Majid berhasil mempersembahkan medali emas setelah finis terdepan dengan catatan waktu 1 menit 20,26 detik. NPC INDONESIA/Agung Wahyudi

NAGOYA, MettaNEWS – Debut Abdil Majid Rahman di Asian Para Games 2026 langsung berbuah manis. Atlet para renang berusia 17 tahun asal Kabupaten Kampar, Riau, itu sukses meraih medali emas nomor 100 meter gaya dada klasifikasi SB7 di Nagoya City General Gymnasium (Rainbow Hall), Kamis (22/10/2026).

Abdil Majid tampil sebagai yang tercepat dengan catatan waktu 1 menit 20,26 detik. Ia mengungguli perenang China, Zhang Yilong, yang finis dengan waktu 1 menit 21,98 detik. Sementara itu, atlet Malaysia, Shahafiq bin Abdullah, menempati posisi berikutnya dengan catatan waktu 1 menit 36,41 detik.

Senyum kegembiraan terpancar dari wajah pemuda kelahiran 21 Februari 2009 tersebut. Ia mengaku tidak menyangka penampilan perdananya di ajang olahraga disabilitas terbesar Asia langsung menghasilkan medali emas.

“Pertandingannya sangat seru dan menegangkan karena baru pertama kali ini bertanding di Asia,” kata Abdil Majid Rahman, Kamis (22/10/2026).

Meski merasakan ketegangan, Majid, sapaan akrabnya, mampu mengendalikan diri sebelum berlomba. Ia bahkan bisa beristirahat dengan nyaman pada malam sebelum pertandingan dan tidur sekitar pukul 22.00.

“Ya dibilang nervous ya nervous karena baru pertama kan bertanding di Asia. Ya deg-degan tetapi saya berusaha untuk mengendalikan itu tadi,” tuturnya.

Medali emas tersebut dipersembahkan Majid kepada orang tua, para pelatih, serta seluruh pihak yang mendukung perjalanan kariernya hingga mampu bersaing di level Asia.

“Medali ini saya persembahkan terutama untuk orang tuaku, terima kasih untuk pelatih juga, pelatih yang sudah melatihku Mas Agni, Mas Nano, Mbak Nonik dan juga semua yang dari SKODI,” ucapnya.

Perjalanan Kilat dari SKODI ke Panggung Asia

Prestasi Majid di Asian Para Games 2026 menjadi kelanjutan dari perkembangan kariernya yang terbilang pesat. Setelah terpilih masuk Sentra Khusus Olahragawan Disabilitas Indonesia (SKODI) pada 2023, ia menjalani latihan intensif hingga kemampuannya terus berkembang.

Namanya mulai mencuri perhatian di tingkat Asia ketika memborong empat medali emas dan dua perak pada Asian Youth Para Games 2025 di Uni Emirat Arab.

Tak berhenti di situ, Majid kembali menunjukkan konsistensi saat tampil di ASEAN Para Games 2025 di Thailand. Ia membawa pulang dua medali emas dan empat perak dari ajang tersebut.

Kini, pada usia yang baru menginjak 17 tahun, Majid telah menambah koleksi prestasinya dengan medali emas Asian Para Games. Ia mengaku bersyukur dapat mencapai pencapaian tersebut pada usia muda.

“Rasanya ya, aku bersyukur di umur 17 tahun sudah dapat emas di Asian Para Games,” ungkapnya.

Namun, Majid tidak ingin berhenti sampai di sini. Ia kini membidik target yang lebih besar, yakni mendapatkan tiket untuk tampil di Paralimpiade Los Angeles 2028.

Dengan waktu persiapan sekitar dua tahun, ia bertekad terus meningkatkan kemampuan agar bisa bersaing untuk mendapatkan tempat di ajang olahraga disabilitas tertinggi dunia tersebut.

“Insya Allah ngejar sih, ada (waktu) dua tahun lagi ngejar ke Los Angeles 2028,” ucap Majid.

“Saya akan berusaha sekuat mungkin untuk mendapatkan tiket di Los Angeles 2028,” lanjutnya.

Tak Ditargetkan Emas, Progres Majid Dipuji Pelatih

Koordinator pelatih para renang Indonesia, Agni Herarta Anindya Satria, mengapresiasi perkembangan Majid yang dinilai sangat pesat. Menurutnya, semangat belajar dan kemauan atlet muda itu untuk terus mengasah kemampuan menjadi faktor penting di balik pencapaiannya.

“Progresnya luar biasa pesat ya, karena memang anaknya semangat, mau belajar, yang jelas ya itu. Jadi kalau hasilnya bagus ya mungkin sudah sesuai dengan proyeksi,” kata Agni.

Agni mengungkapkan, pihaknya sebenarnya tidak membebani Majid dengan target medali emas. Pasalnya, nomor SB7 kerap digabungkan dengan klasifikasi SB8 ketika jumlah peserta tidak mencukupi.

Namun, pada Asian Para Games 2026, nomor SB7 dapat dipertandingkan secara terpisah karena jumlah pesertanya memadai. Kondisi tersebut memberikan kesempatan bagi Majid untuk bersaing di klasifikasinya sendiri.

“Sebenarnya, Majid kan tidak kita target ya, karena kelas SB7 itu sepi, biasanya digabung dengan SB8. Tapi ternyata di sini SB7 bisa dilombakan sendiri, pesertanya cukup. Sehingga ya sesuai dengan ranking Asia terakhir ya, juara dan runner-up-nya sama, Majid dan yang dari China (Zhang Yilong) itu,” ungkap Agni.

Keberhasilan Majid turut memperkuat kontribusi tim para renang Indonesia di Asian Para Games 2026. Hingga pencapaian tersebut, cabang olahraga ini telah menyumbangkan tiga medali emas, dua perak, dan dua perunggu bagi kontingen Merah Putih.

Perolehan itu melampaui target awal tim para renang yang hanya membidik satu medali emas.

“Kita ya Alhamdulillah bersyukur. Support dari negara, dari NPC Indonesia dan sebagainya untuk menghadapi event ini luar biasa,” ucap Agni.

Emas dari Nagoya menjadi pencapaian penting bagi Majid sekaligus modal untuk mengejar impian berikutnya. Dengan usia yang masih muda, ia kini memiliki kesempatan untuk terus berkembang dan mempersiapkan diri demi mewujudkan ambisi tampil di Paralimpiade Los Angeles 2028.