Sebelum Meninggal Dunia, PB XIII Keraton Surakarta Sempat Dirawat 100 Hari di Rumah Sakit Lantaran Komplikasi dan Darah Tinggi

oleh
Sinuhun Hangabehi
Seorang abdi dalem menerima sembako Lebaran dari Sinuhun PB XIII Hangabehi di Sasana Putra Keraton Kasunanan, Rabu (27/4/2022) | Metta News / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Sebelum meninggal dunia, Raja Keraton Surakata, PB XIII sempat dirawat selama 100 hari di RS Indriati Solo lantaran penyakit komplikasi dah darah tinggi yang ia derita.

Kerabat Keraton Surakarta, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Eddy S. Wirabhumi mengungkapkan bahwa kesehatan PB XIII telah menurun sejak upacara Adang Sego Tahun Dal pada 8 September lalu.

“(Sakit) cukup lama, sebelum adang dalem beliau sempat masuk, lumayan sehat terus ikut acara adang dalem terus gerah (sakit-red) lagi masuk lagi sampai sekarang. Beliau sakit kan udah lama, terakhir darah tinggi, udah sepuh (tua-red) juga to,” terangnya.

Saat ini jenazah masih berada di RS Indriati Solo Baru untuk dibawa ke Keraton Surakarta.

“Saat ini sedang dalam proses mengundurkan beliau dr RS ke keraton sambil nanti menunggu persiapan,” terangnya.

Rencananya PB XIII akan dimakamkan di Makam Raja Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa, (4/11/2025) pukul 13.00 WIB.

“Pemakaman sedang dalam pembicaraan. Di Imogiri. Kemungkinan besar di Selasa besok, kebetulan Selasa Kliwon, kemungkinan besar di atas jam 13.00,” terangnya

Sebelumnya jenazah akan disemayamkan di pendapa utama Keraton Surakarta dengan prosesi adat.

“Sebelum di Imogiri nanti di belakang pendopo utama. Ada acara adat, semua sesuai upacara adat,” tutup suami dari Gusti Kanjeng Ratu Koes Moertiyah Wandansari (Gusti Moeng), adik dari PB XIII.