SOLO, MettaNEWS – Menjelang akhir tahun 2023, penjualan bahan pokok dan sandang di dua pasar tradisional Kota Solo meningkat.
Salah satu penjual pakaian batik di Pasar Klewer, Selvia Irawati (32) mengaku penjualan batik miliknya meningkat hingga 40 persen sejak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) pekan lalu. Diprediksi penjualan batik akan terus meningkat hingga awal tahun 2024.
“Peningkatan penjualan dari hari biasanya jadi 40 persen. Rata-rata pembeli dari luar kota meningkat mulai liburan dari kemarin, luar kotanya banyak kaya Surabaya Jawa Timur Jakarta Malang Ponorogo, Banjarmasin. Gamis daster banyak peminat,” ujar Selvia kepada MettaNEWS, Kamis (28/12/2023).
Pakaian seperti gamis dan daster yang dijual berkisar Rp 25.000 hingga Rp 100.000/pics banyak diserbu pembeli yang didomasi dari luar Kota Solo. Penjualan di libur akhir tahun ini pun dirasa meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Terlebih saat ini Kota Solo semakin bersolek lewat pembangunan wisata dan fasilitas umum. Salah satunya Masjid Raya Sheikh Zayed yang nyatanya berdampak positif ke pengunjung Pasar Klewer.
“Meningkat sampai awal Januari tahun baru. Harapannya musim liburan semoga tambah laris soalnya kan beda pas Covid itu beda kan menurun. Ini naik lagi semenjak ada Masjid Zayed itu berpengaruh sekali. Omzetnya naik 40 persen, weekend sehari bisa laku sekitar Rp 5 juta ke atas ya 40 potong lebih,” ujarnya.
Sementara itu, penjual usus dan ceker ayam Pasar Gede, Dani mengaku jumlah permintaan meningkat hingga 75 persen selama beberapa hari terakhir.
“Permintaan sejak 3 4 hari kemarin sudah mulai menanjak mungkin puncaknya pas malam tahun baru. Pada dasarnya 2 minggu ini pasti ramai, permintaan mencapai naik hampir 75 persen,” ujarnya.
Usus ceker seharga Rp 27.500/bungkus ini pun laris manis diserbu pembeli. Dani menyebut permintaan meningkat 3 hingga 4 kali lipat dari biasanya. Di hari biasa Dani hanya mampu menjual 35 bungkus per hari, kini meningkat menjadi 700 bungkus per hari.
“Semua item yang paling usus sama cakar kalau hari biasa harian ecernya sampai 5 kg ini sudah mencapai 15-20 kg. Jadi 1 kg 7 paling seharinya cuma 35 bungkus sebelum liburan sekarang 700-an bungkus laku per hari selama liburan untuk usus dan ceker. Kalau paru Rp 42.500, untuk belut Rp 40.000 kulit Rp 45.000 tapi yang paling laris cakar sama usus itu andalan kita yang paling terkenal itu,” jelasnya.
“Paru biasa peningkatannya cuma 30 persen biasanya 3 kg sekarang ya 2 kali lipat lah 6-7 kg,” tambahnya.
Puncak peningkatan permintaan usus dan ceker akan terjadi di awal tahun 2024. Untuk menghadapi itu, Dani menyiapkan stock 3-4 kali lipat dari stock biasanya.
“Sampai akhir tahun baru menyiapkan 3-4 kali lipat dari hari biasa ini saya prediksi terus naik sampai tutup tahun tanggal 1 Januari 2024,” pungkasnya.









