SOLO, MettaNEWS – Upaya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta bersama Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) melalui seni tradisional wayang orang. Pesan tentang mengelola emosi, menghadapi persoalan hidup, dan saling menguatkan disampaikan melalui dialog serta adegan yang menyatu dengan alur cerita.
Sosialisasi kreatif tersebut dikemas dalam pementasan lakon Pandawa Bangkit: Indonesia Maju dan Sehat Mental di Gedung Wayang Orang Sriwedari, Surakarta, Sabtu (10/10/2026) malam, bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia.
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani turut tampil sebagai pemeran Dewi Kunti. Sementara itu, Ketua HIMPSI Pusat Andik Matulessy memerankan tokoh Bathara Guru.
Berbeda dengan penyuluhan kesehatan mental yang biasanya disampaikan secara formal, edukasi dalam pementasan ini disisipkan langsung ke dalam percakapan dan situasi yang dihadapi para tokoh. Dengan pendekatan tersebut, penonton diajak memahami persoalan kesehatan mental melalui cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Astrid mengatakan, pemanfaatan wayang orang sebagai media sosialisasi merupakan cara kreatif untuk menyampaikan pesan kesehatan mental sekaligus menjaga kelestarian budaya tradisional.
“Pesan kesehatan mental bisa disampaikan melalui banyak cara. Lewat wayang orang, kita bisa menyisipkan pesan-pesan tersebut di tengah cerita sehingga masyarakat tidak hanya menikmati pertunjukannya, tetapi juga mendapatkan pembelajaran tentang pentingnya menjaga kesehatan mental, memahami perasaan orang lain, dan saling menguatkan,” ujar Astrid.
Menurutnya, kepedulian terhadap kesehatan mental perlu dimulai dari lingkungan terdekat. Kesediaan untuk mendengarkan, memahami perasaan orang lain, serta tidak terburu-buru memberikan penilaian merupakan langkah sederhana untuk menciptakan lingkungan sosial yang lebih suportif.
“Setiap orang punya perjuangan dan tantangannya masing-masing. Karena itu, jangan mudah menghakimi orang lain hanya dari apa yang terlihat. Kita perlu membangun lingkungan yang membuat setiap orang merasa aman untuk bercerita, mendapatkan dukungan, dan mencari pertolongan ketika menghadapi kesulitan,” tambahnya.
Kisah Pandawa Bangkit, Pesan tentang Kekuatan Menghadapi Keterpurukan
Pesan kesehatan mental dalam pertunjukan tersebut semakin kuat melalui kisah Pandawa yang mengalami keterpurukan setelah menghadapi kekalahan yang mengguncang semangat mereka.
Di tengah kondisi sulit itu, Dewi Kunti hadir memberikan dorongan agar Pandawa tidak larut dalam keputusasaan. Mereka diajak untuk kembali menguatkan diri, menjaga persatuan, dan menghadapi tantangan bersama.
Kisah tersebut menggambarkan bahwa setiap orang dapat mengalami masa sulit, kehilangan semangat, atau merasa terpuruk ketika menghadapi persoalan hidup. Namun, keadaan tersebut bukan berarti seseorang harus menghadapinya sendirian.
Dukungan keluarga, sahabat, dan lingkungan sekitar menjadi kekuatan penting untuk membantu seseorang melewati masa-masa sulit. Semangat untuk bangkit juga perlu dibangun melalui kepedulian, penerimaan, dan keberanian untuk mencari pertolongan ketika dibutuhkan.
Melalui tokoh Dewi Kunti, pesan tentang pentingnya memberikan dukungan kepada orang-orang terdekat disampaikan tanpa menghilangkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam cerita pewayangan.
Lakon Pandawa Bangkit: Indonesia Maju dan Sehat Mental pun menjadi jembatan antara kisah tradisional dengan persoalan kesehatan mental yang relevan dalam kehidupan masyarakat modern.
Kolaborasi Budaya dan Psikologi
Kolaborasi Pemkot Surakarta dan HIMPSI dalam pementasan tersebut menunjukkan bahwa seni tradisional dapat menjadi media komunikasi publik yang relevan untuk menyampaikan isu-isu kontemporer.
Wayang orang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan dan sarana pelestarian budaya, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan edukasi psikologis dengan pendekatan yang lebih dekat dan mudah diterima masyarakat.
Melalui perpaduan seni pertunjukan dan pesan kesehatan mental, masyarakat diajak untuk lebih terbuka membicarakan persoalan psikologis, membangun kepedulian terhadap sesama, serta mengurangi kebiasaan menghakimi orang lain berdasarkan apa yang tampak dari luar.
Pementasan Pandawa Bangkit didukung jajaran pengurus HIMPSI Pusat, HIMPSI Jawa Tengah, HIMPSI Cabang Surakarta, pengurus AP2TPI Pusat, serta para pemain Wayang Orang Sriwedari Surakarta.
Melalui kegiatan ini, Pemkot Surakarta dan HIMPSI berharap pesan kesehatan mental dapat menjangkau masyarakat melalui pendekatan budaya. Semangat yang dibawa dalam kisah Pandawa menjadi pengingat bahwa keterpurukan dapat dihadapi dengan dukungan, kebersamaan, dan kepedulian.
Pada akhirnya, menjaga kesehatan mental bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan juga membutuhkan lingkungan yang mau mendengarkan, memahami, dan hadir ketika seseorang membutuhkan dukungan.








