Pameran Batik Prosesi Adat Jawa Sarat Filosofi Tandai 25 Tahun Museum Batik Danar Hadi

oleh
Museum Batik Danar Hadi
Pameran batik edukatif prosesi adat Jawa di Museum Batik Danar Hadi, Selasa (21/10/2025) | Dok. Istimewa

SOLO, MettaNEWS – Sebagai pendukung pelestarian budaya batik yang sudah di tetapkan oleh UNESCO sebagai warisan dunia tak benda pada 2 Oktober 2009, Museum Batik Danar Hadi terus berkomitmen untuk melestarikan batik.

Serta memberikan edukasi pemahaman mengenai aspek budaya yaitu filosofi batik & aspek teknologi kepada generasi penerus bangsa dengan menyelenggarakan pameran batik edukasi prosesi adat jawa beserta filosifi arti & motif di dalamnya.

Event pameran ini yang akan dilaksanakan dalam rangkaian periode tanggal 20 – 31 Oktober 2025 yang bertempat di Museum Batik Danar Hadi, Jalan Slamet Riyadi Nomor 261, Solo. Pada pameran ini pengunjung bisa melihat koleksi khusus Museum Batik Danar Hadi yang ditampilkan pada area lobby khusus hanya pada saat HUT yang ke-25 tahun.

Acara ini sebagai upaya atau komitmen Museum Batik Danar Hadi untuk terus melestarikan batik dengan memberikan edukasi serta pemahaman jenis batik dari
awal pembuatan sampai menjadi kain yang bernilai.

Koleksi yang dipamerkan kali ini merupakan kain batik yang digunakan untuk proses adat jawa seperti siraman, midodareni, pernikahan, & mitoni. Dengan tujuan untuk memberikan pemahaman pengunjung terkait dengan pola kain batik serta penggunaannya agar tidak salah dalam penerapan pola kain batik.

“Museum Batik Danar Hadi genap berusia 25 tahun. Usia ini menandai kematangan dalam perjalanan melestarikan warisan budaya. Museum siap menghadapi tantangan masa depan dengan semangat untuk terus mengharumkan nama batik Indonesia dan mengenang dedikasi H. Santosa Doellah sebagai pendirinya,” ujar Asti Suryo Astuti, Manager & Kurator, Museum Batik Danar Hadi.

Museum Batik Danar Hadi memberikan program penawaran istimewa untuk pengunjung yang datang di tanggal 20 Oktober 2025, berhak mendapatkan harga tiket
promo untuk wisatawan domestik seharga Rp 40.000 & pelajar/mahasiswa Rp 20.000 serta suvenir menarik dari Museum Batik Danar Hadi.

Tentang Museum Batik Danar Hadi

Museum resmi berdiri dan dibuka pada 20 Oktober 2000. Museum ini kemudian dinamakan Museum Batik Danar Hadi yang berlokasi di Jl. Brigjen Slamet Riyadi No.261, Surakarta. Bangunan museum yang berada di Kawasan nDalem Wuryaningratan yang merupakan bekas kediaman K.P.H. Wuryaningrat, menantu Pakubuwana X dengan arsitektur yang tetap mempertahankan gaya klasik Jawa.

Kota Surakarta, sebagai salah satu pusat budaya Jawa, memiliki museum batik pribadi terbesar dengan koleksi terbanyak tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara. Museum ini merupakan wujud nyata kecintaan dan kepedulian H. Santosa Doellah terhadap pelestarian dan pengembangan batik, baik di dalam maupun luar negeri.

Gagasan pendirian museum berawal saat beliau membeli koleksi batik Belanda dari Harmen Veldhuysen dan membawanya kembali ke Indonesia. Joop Ave, Menteri Pariwisata kala itu menyarankan agar koleksi berharga tersebut dijadikan koleksi dasar untuk membangun museum batik pribadi.

Dorongan ini semakin kuat karena keprihatinan H. Santosa Doellah terhadap upaya negara lain mengklaim batik sebagai warisan budaya mereka.