Ornamen Bulan Pada Kubah Terbesar Masjid Sheikh Zayed Solo Patah Akibat Hujan Disertai Angin Kencang

oleh
Masjid Sheikh Zayed Solo
Ornamen bulan sabit kubah Masjid Sheikh Zayed Solo patah akibat hujan dan angin kencang pada Minggu (29/1/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Ornamen berbentuk bulan pada kubah terbesar Masjid Sheikh Zayed Solo, Gilingan patah akibat hujan dan angin kencang pada Minggu (29/1/2023) sore. Ornamen berwarna keemasan ini terlihat patah ke sisi timur.

Salah satu saksi mata saat kejadian, Wawan yang merupakan fotografer keliling Masjid Sheikh Zayed mengatakanwalnya hujan ringan turun sekira pukul 13.30 WIB. Namun semakin lama hujan pun turun dengan derasnya disertai angin kencang.

“Hujan angin siang sekitar jam setengah 2. Hujan deras anginnya kencang jadi badai. Jadi kena angin agak patah sedikit. Yang kena cuma satu yang paling besar. Masalahnya itu kalau ikut terbang ornamennya jadi bahaya pas kena orang,” kata dia saat bertemu MettaNEWS, Senin (30/1/2023) pagi.

Menurut Wawan (50) saat kejadian tidak ada pekerja yang berada di lokasi. sebagai informasi, kubah terbesar tersebut memang sedang dalam perbaikan. Ada beberapa pekerjaan yang masih dikerjakan usai masjid hadiah Pangeran UEA, Mohhamed bin Zayed Al Nahyan ke Presiden Jokowi diresmikan pada November 2022 lalu.

“Pas hujan nggak ada yang kerja karena pas gerimis sebelum badai sudah pada turun. Sekarang kan masih renovasi ya pas kubahnya itu saja,” terangnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Meski saat itu ada ribuan pengunjung yang datang ke Masjid Sheikh Zayed.

“Awalnya banyak pengunjung sebelum hujan kurang lebih 5 ribuan berhubung hujannya deras pada nggak turun di bus saja,” tukasnya.

Warga Minta Perbaikan Masjid Sheikh Zayed Solo Segera

Sementara itu, salah satu warga yang berada di kawasan Masjid Sheikh Zayed, Cinderejo Lor, Gilingan Solo, Lasmi mengatakan dirinya mengetahui ornamen bulan kubah masjid tersebut patah saat hujan mulai reda.

“Kubah masjid patah kemarin waktu hujan kena angin kencang. waktu siang awal tahu kalau patah saya lihat saja pas keluar dari rumah pas sudah reda. Ya eman sekali, baru jadi kok kena angin patah,” kata Lasmi.

Lasmi berharap Pemerintah Kota Solo segera turun tangan memperbaiki kerusakan ornamen masjid tersebut. Selain itu ia juga berharap agar masjid segera buka untuk umum.

“Semoga lekas buka bisa buat salat Ied ini kan masih renovasi ya sabar tapi penginnya Ramadan sudah buka. Karena saya senang sekali melihat masjid ini pemandangannya bagus,” pungkasnya.