SOLO, MettaNEWS – Event peringatan Hari Buruh tahunan, komunitas Surakarta Mods Squad kembali hidupkan keseruan yang sempat padam, Sabtu (28/5). Diikuti riders 700-800an motor tua vespa, event yang bertajuk Solo Mods May Day diadakan di Bengawan Solo Park, Kompleks Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ).
Meskipun peringatan Hari Buruh yang jatuh pada 1 Mei sudah berlalu, komunitas ini bisa membawa peringatan ini agar tetap hidup. Melalui Solo Mods May Day kejutan disetiap peringatan selalu mampu membawa keseruan disetiap tempat. Memilih tempat-tempat yang belum banyak diekspose, event ini ingin membawa suasana yang berbeda dengan yang lain.
“Dari tahun ke tahun garis besarnya sebenarnya sama, cuma kita punya kejutan kayak venue. Mods MayDay selalu pakai venue yang belum terekspos, contoh yang lagi ini di Terminal [Tirtonadi], di Mangkunegaran, cuma kita pakai tempat ini (Bengawan Solo Park),” tutur Ketua Event Organizer Solo Mods May Day 2022, Krisna Bon saat ditemui MettaNEWS, di Bengawan Solo Park, Sabtu (28/5/2022).
Selain wilayah Solo dan sekitarnya, peserta event dihadiri para riders dari berbagai kota seperti Salatiga, Semarang dan Jogja.
“Seakan-akan MayDay itu hajatan dan selalu ditunggu-tunggu. Mods MayDay kan memperingati Hari Buruh sebenarnya, cuma karena Minggu awal karena Lebaran kan, kita pindah ke minggu akhir,” ucap Krisna Bon.
Event ini sebelumnya sempat terhenti karena pandemi sehingga sejak 2020 dan 2021 event ini hanya digelar lewat virtual.
“Akhirnya tahun ini kita offline, ada banyak band, lokal semua ini. Perkembangan kita Surakarta Mods Squad ini sebenarnya sudah ada sejak 2010, cuma kita memberanikan diri Surakarta Mods Squad di 2014, pertama kali event Solo Mods MayDay di 2014. Dan dari 2014 itu kita sudah mengedukasi, mods itu apasih, kenapa harus pakai parka, kenapa pakai yang rapi-rapi,” terangnya.
Solo Mods May Day ternyata juga mampu mengedukasi peserta yang ikut menyemarakkan event. Pasalnya pada awal event ini diadakan, cara berpakaian peserta masih jauh dari gaya Mods yang jadi ciri dari komunitas ini. Untuk diketahui mods merupakan subkuktur yang lahir di London pada 1960-an silam. Gaya hidup yang erat akan tiga hal, yakni fashion, skuter, dan musik itulah yang disebut cerminan bagi eksistensi kelas pekerja dari perspektif penganut mods.
“Akhirnya dari tahun ke tahun yang sebelumnya Mods MayDay itu pakai sandal jepit, akhirnya mereka pakai docmart dsb, mereka menyesuaikan, akhirnya Vespanya pun juga keren-keren, klasik. Kalau ngomongin klasik banyak, matic juga ada,” terangnya.
Acar ini diisi dengan berbagai acata seperti sharing session, games dan live music.
“Kita nggak pasti, kadang cuma riding, night ride, kita ke kafe merayakan hari weekend, karena libur kan pekerjaan,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Bengawan Solo Park, Herman Jambojay juga mengapresiasi gelaran Solo Mods May Day.
“Kalau dari pihak Bengawan Solo Park, ada event ini menyenangkan ya, secara keseluruhan Solo bangkit lah, kalau kita melihat di luar, apalagi event komunitas seperti ini menjadi geliat bagus bagi Kota Solo. Ini yang harus dipertahankan, RPM-nya ditambah terus,” ucapnya.
Pihaknya menyebut gelaran event yang diadakan di Bengawan Solo Park merupakan tanda perekonomian di Indonesia khususnya Solo sudah bangkit sejak pandemi mulai surut. Ia pun berharap agar kondisi semakin membaik sehingga Solo Bengawan Park mampu menampung pengunjung lebih banyak.
“Beberapa sudah, lumayan lah sudah bangkit, beberapa jadwal sudah kita preparation, kita masih nunggu segera ada pengumuman dari Pemkot kita sudah open, secara kuota bisa ditambah lah sehingga geliatnya keliatan, apapun bentuknya butuh kuota yang banyak ya untuk event-event,
2 ribu, 5 ribu,” tutupnya.








