KUDUS, MettaNEWS – Momentum mudik Lebaran 2026 diharapkan tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian sekaligus memperkenalkan budaya dan potensi daerah ke luar wilayah.
Harapan tersebut disampaikan Nawal Arafah Yasin usai memberikan mauidhah hasanah di Masjid Agung Kudus, Rabu (18/3/2026).
Menurut Ning Nawal, kepulangan para perantau ke kampung halaman di Jawa Tengah dapat menjadi peluang strategis untuk mempromosikan potensi daerah ke wilayah tempat mereka bekerja atau tinggal.
“Harapan saya, potensi-potensi Jawa Tengah bisa dibawa ke tanah rantau. Sehingga menumbuhkan kolaborasi para pelaku ekonomi yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Ning Nawal.
Istri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen itu menambahkan, mudik juga menjadi momen tepat untuk memperkenalkan kekayaan budaya Jawa Tengah kepada masyarakat luar daerah. Dengan demikian, akan terbuka peluang kerja sama dan pengembangan ekonomi berbasis kearifan lokal.
Ia mencontohkan, kolaborasi produk UMKM Jawa Tengah dengan daerah lain telah dilakukan melalui berbagai kegiatan, salah satunya festival kuliner di Bandung yang menghadirkan makanan khas legendaris dari Jawa Tengah. Menurutnya, momen mudik dapat dimanfaatkan untuk memperluas jejaring sekaligus promosi produk daerah.
Lebih lanjut, Ning Nawal menyebut Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi bersama wakilnya telah memfasilitasi program Mudik Gratis 2026. Program tersebut melibatkan 35 kabupaten/kota, BUMD, serta berbagai instansi dengan total 348 armada bus.
Rinciannya, sebanyak 325 bus diberangkatkan dari Jakarta dengan jumlah 16.186 pemudik, serta 23 bus dari Bandung yang mengangkut 1.133 orang. Selain itu, tersedia pula mudik gratis menggunakan kereta api dengan sekitar 1.288 kursi.
“Kami juga melepas peserta mudik gratis kereta api di Pasar Senen. Mudik kali ini ramah difabel, bahkan ada dua penyandang disabilitas yang difasilitasi hingga sampai ke rumah masing-masing,” jelasnya.
Ning Nawal juga mengingatkan para pemudik untuk menjaga kesehatan selama perjalanan dan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan, seperti rest area dan posko kesehatan gratis. Ia juga mengajak masyarakat tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Jawa meskipun berada di perantauan.
Tak hanya itu, kepada kader PKK se-Jawa Tengah, ia berpesan agar tetap mengawal program-program PKK selama Idulfitri, termasuk menjaga kebersihan lingkungan melalui pengelolaan sampah yang baik di tengah perayaan Lebaran.
Dalam kesempatan tersebut, Ning Nawal turut menyerahkan santunan senilai Rp50 juta serta membagikan 500 paket sembako kepada masyarakat, sebagai bentuk kepedulian sosial di momen Hari Raya.








