Ngobrol Santai di Rumah Dinas Ngesus, Wawali Astrid Ajak Media Mainstream Bersinergi Bangun Solo

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Dalam suasana hangat dan santai di Rumah Dinas Ngesus, Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menggelar sarasehan bersama puluhan awak media, Senin malam (8/9/2025). Kegiatan bertajuk “Ngobrol Santai Sambil Wedangan” ini dimaksudkan sebagai jembatan silaturahmi antara Pemerintah Kota Surakarta dengan insan media, di tengah tantangan disrupsi informasi akibat perkembangan teknologi digital dan media sosial.

Acara yang berlangsung akrab itu diawali dengan kisah sejarah Rumah Dinas Ngesus yang dulunya dikenal sebagai lokasi wedangan legendaris tempat berkumpulnya para tokoh Kota Solo. Astrid ingin menghidupkan kembali semangat diskusi dan pertukaran gagasan dalam suasana santai ala angkringan, namun tetap substansial.

“Wedangan bukan sekadar minum teh atau kopi, tapi juga ruang diskusi yang memanusiakan. Saya ingin ruang ini kembali menjadi tempat bertemunya ide dan kritik yang membangun,” ujar Astrid yang akrab disapa Mbak Wawali.

Respon positif pun mengalir dari para jurnalis senior. Subekti Asidiq, mantan pewarta, menyambut baik inisiatif tersebut. Hal senada disampaikan Herman Adi Rahmah, jurnalis senior Solo, yang menilai pendekatan informal seperti ini sangat efektif dalam membangun kedekatan antara media dan pemerintah.

“Ngobrol santai tapi isinya keno. Ini awal yang bagus untuk membangun komunikasi dan kedekatan. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan,” tutur Herman.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah wedangan di Solo, Astrid turut mengundang para “pendekar wedangan” alias pengusaha angkringan ternama di Kota Solo dalam pertemuan tersebut. Tak sekadar nostalgia, ia berharap momen ini bisa menjadi tonggak rutin sinergi antara pemerintah dan media mainstream dalam menyuarakan kepentingan masyarakat secara lebih akurat dan transparan.

“Media punya peran penting dalam menyampaikan informasi dari dan untuk pemerintah. Dengan hubungan yang baik, kita bisa pastikan informasi yang sampai ke masyarakat itu akuntabel dan transparan,” jelas Astrid.

Ketua PWI Surakarta, Anas Syahirul, turut menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif ini. Ia menilai cara pendekatan yang digunakan Astrid selaras dengan karakter masyarakat Solo yang santai namun penuh makna.

“Kami tidak ingin dispesialkan, tapi kami ingin diajak bicara, diajak bergerak bersama. Ini momen penting untuk memperkuat kolaborasi dan membangun Solo secara bersama-sama,” pungkas Anas.