Nekat Mangkal Siang Hari, Polisi Kirim Tiga Perempuan PSK Jalanan ke Panti Sosial

oleh
Penjaringan PSK di kawasan Kestalan oleh Wakapolresta Solo AKBP Gatot Yulianto bersama jajarannya Rabu (14/9/22) | MettaNEWS / Kevin Rama

SOLO, MettaNEWS – Aparat Polresta Solo menjaring tiga perempuan yang menjajakan diri sebagai pekerja seks komersial di kawasan Kestalan, Banjarsari Solo, Rabu (14/9/22) siang.

Wakapolresta AKBP Gatot Yulianto mengungkapkan, polisi menerima laporan masyarakat dan langsung mengirimkan patroli ke lokasi yang dikenal sebagai kawasan prostitusi liar itu. Tiga perempuan yang terjaring, rata-rata berusia paruh baya, mereka tidak bisa menyangkal sedang menjajakan diri. Bahkan petugas meyakini mereka merupakan pelaku prostitusi yang sudah lama praktik.

“Kemarin kami juga menjaring tujuh orang di kawasan Gilingan. Selanjutnya polisi bekerja sama dengan Dinas Sosial, mengirim mereka ke Panti Pelayanan Sosial Wanodyatama di Pajang, Laweyan,” ujarnya.

Lebih lanjut Gatot memaparkan, di wilayah Polsewk Banjarsari memang terdapat beberapa kawasan yang rawan prostitusi. Patroli dan operasi rutin sering menjaring para perempuan yang berasal dari luar Kota Solo yakni Jakarta, Surabaya, Magelang, dan kabupaten sekitar. Tak hanya mengerahkan patroli, polisi bahkan beberapa kali menggunakan drone untuk mengawasi dan memburu PSK jalanan.

Hingga dalam setahun terakhir, gencarnya tindakan polisi membuat praktik prostitusi jalanan bergeser ke pinggiran kota.

“Tentunya operasi ini tidak berhenti sampai di sini, kami ibaratnya tiada hari tanpa razia,” tegas Wakapolresta.

Salah satu perempuan yang terjaring operasi, berinsial D (47) asal Karanganyar sempat membantah dirinya pelaku prostitusi. Dia beralasan hanya mampir.

“Saya tadi janjian sama orang, terus menunggu orangnya. Janjian di sini, ” jelasnya saat ditanya petugas.