SOLO, MettaNEWS – Kopdar (kopi darat) lara ati ala Ndarboy Genk membuat penonton festival musik Projek-D ambyar. Meski hanya membawakan enam lagu, musisi asal Bantul Yogyakarta itu sukses menghibur kaum patah hati di festival musik Projek-D De Tjolomadoe, Sabtu (29/10/2022).
Tembang berbahasa Jawa sebut saja Aja Dibanding-bandingke, Lintang Sewengi, Ambyar Mak Pyar, Balungan Kere, Koyo Jogja Istimewa dan Ojo Nangis dinyanyikan musisi Ndarboy Genk, Helarius Daru Indrajaya dengan apik. Ndarboy Genk mampu menutup gelaran Projek-d di hari pertama dengan meriah.
Sebagai musisi yang tampil akhir, Ndarboy Genk naik panggung pukul 21.50 WIB. Ia membuka penampilannya dengan lagu milik Abah Lala, Aja Dibanding-bandingke. Seperti biasa sebelum sang vokalis naik panggung, kata-kata khas patah hati membuka penampilan Ndarboy Genk dengan seklumit pesan jangan berlarut dalam kesedihan.
“Aja Dibanding-bandingke, sudah siap kopdar patah hati? Kita nyanyi bareng,” ajak vokalis Ndarboy Genk membuka penampilannya.
Ajakan Hilarius disambut ribuan penonton dengan berjoget bersama. Tak sedikit pula yang ikut bernyanyi dari awal hingga satu lagu tersebut rampung. Terlebih Ndarboy selalu membawakan lagu-lagunya dengan senggakan hak’e hak’e (vokal yang menyela di dalam sindhenan atau gerongan yang berbentuk rangkaian kata-kata dengan makna tertentu) yang khas membuat penonton riang bernyanyi.
Ndarboy membawakan lagu ke lagunya dengan koreo yang baru. Tak ayal hal ini membuatnya mendapat riuh tepuk tangan dari penonton. Lagu kemudian berlanjut ke Lintang Sewengi. Satu lagu ini juga tak kalah membuat penonton asik bernyanyi.
Bak kisah yang kemas dalam sebuah lagu. Para penonton fasih menyanyikan setiap liriknya dengan sesekali berterik “Aku lara ati merga sliramu (aku sakit hati karenamu),”. Kata-kata ini bukan hal yang asing bagi mereka yang kerap menonton Ndarboy Genk.
Sebab lagu-lagu band yang satu ini memang kebanyakan bercerita tentang kisah asmara yang memilukan. Lagu-lagunya pun selalu viral dan ngetrend di kalangan pecinta musik pop dangdut Tanah Air. Terutama bagi kawula muda yang memiliki sebutan yang sama, pasukan patah hati atau pasukan ambyar.
Lagu berlanjut ke Ambyar Mak Pyar. Lagu yang dirilis pada tahun 2021 lalu itu membuat penonton berjingkrak. Bercerita tentang kisah asmara yang tak terwujud, lagu Ambyar Mak Pyar menjadi lagu ketiga yang tak kalah asiknya.
“Langkah tegap maju ninggalke harapan palsu. Durung nembak wis ditolak. Atiku wis ikhlas kok gawe babak bundhas,” seru ribuan penonton Projek-D malam itu.
Setelahnya giliran lagu keempat Balungan Kere dibawakan Ndarboy Genk. Sedikit prolog dalam lagu ini. Sang vokalis mengajak semua yang hadir malam itu untuk tidak berkecil hati dengan keadaan. Termasuk pekerjaan maupun kondisi keuangan yang sedang tidak baik-baik saja.
“Lagu Balungan Kere bukan buat ngece (mengejek) tapi buat motivasi. Mari kita jadikan lagu ini untuk jathilan kopdar patah hati,” kata Hilarius. Tak menunggu lama Hilarius kemudian melanjutkan membawakan lagu Balungan Kere di atas panggung megah Projek-D.
Sayup-sayup lagu nelangsa ini pun terdengar ke seisi penjuru De Tjolomadoe. Untuk lagu yang satu ini, ada sautan yang kerap dilontarkan oleh penonton. Semacam interaksi yang dibangun Ndarboy Genk untuk membuat semua penonton seolah-olah menjadi bagian dari lagunya.
“Jarene arep nompo opo anane nanging tresnaku mbok sepelekne. Kudune kowe ngerteni… ngerteni pie? Kabeh mung titipane Gusti… duh Gusti,” suara penonton dan Hilarius saling mengisi.
Setelahnya Ndarboy Genk membawakan lagu yang belum lama ia rilis di tahun ini berjudul Koyo Jogja Istimewa (seperti Yogyakarta istimewa). Bagi Hilarius Solo tak kalah istimewanya dengan Yogyakarta. Memiliki keindahan budaya, baginya Solo merupakan kota kecil yang mampu menjadi magnet bagi siapa saja.
“Solo istimewa seperti lagu Koyo Jogja Istimewa. Terimakasih buat yang sudah membeli tiket semoga rezeki kalian bertambah,” terang Hilarius.
Terkahir Ndarboy Genk menutup festival musik Projek-D dengan mempersembahkan lagu Ojo Nangis. Di lagu ini penonton yang berada di barisan paling depan terlihat menangis saat disorot kamera. Wajah perempuan berkerudung itu pun nampak jelas di layar monitor besar Projek-D.
Band yang diiringi Yoga Suara Band Semarang itu rampung tepat sesuai rundown acara pukul 22.45 WIB. Sang vokalis menutupnya dengan berpesan untuk menyudahi patah hati.
“Bengi iki aku ra bakal lali karo panjenegan kabeh. Projek-D ramai banget. Terimakasih untuk semua. Tepuk tangan untuk kita semu,” tutup Ndarboy Genk.








