SOLO, MettaNEWS – Untuk mengenang pendak pindho atau dua tahun kepergian sang maestro campursari legenda asal Solo, Didi Kempot, konser Ngambyarr Doa Untuk Sang Legenda digelar, Sabtu (7/5) malam ini. Konser ini tentunya juga menjadi konser pertama setelah masa lebaran yang dibuka untuk umum.
Penantian masyarakat Solo akan perhelatan konser musik di kotanya para seniman ini telah dinanti-nantikan selama dua tahun lamanya. Disambut suka cita dari penonton yang mengidolakan penyanyi dan pencipta lagu campursari dan congdut (keroncong dangdut) ini, konser Ngambyarr juga menjadi duka mendalam atas kepergian Didi Kempot.
Tidak hanya untuk warga Solo, tentu konser ini dapat dinikmati oleh semua masyarakat. Digelar secara terbuka, konser ini akan berlangsung di Area Bengawan Solo Park, Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo mulai pukul 19.00 WIB.
Sebanyak 2 ribu tiket yang dibanderol seharga Rp 50.000 juga telah habis terjual. Dimana tiket ini sebelumnya bisa didapatkan secara online di situs Solozoo.id atau melalui https://linktr.ee/ngambyar. Dan juga penjualan tiket offline di loket Taman Satwa Taru Jurug setiap hari kerja mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB.
Selain untuk mengobati rasa kangen masyarakat pada tembang-tembang penyanyi yang juga disebut sebagai The Godfather Of Broken Heart ini, konser Ngambyarr bertujuan untuk mengenang, mengirimkan doa dan melantunkan karya-karya Didi Kempot.
Pasalnya lagu-lagu yang telah dirilis akan dibawakan oleh sejumlah penyanyi seperti Denny Caknan, Sruti Respati, Ndarboy dan Lara Silvi, dan Rima Ervina. Dengan MC Eko Gudel dan Irma Calista.
Beserta keluarga besar Didi Kempot, konser ini sebelumnya diizinkan oleh Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka hanya sebanyak 1.000 tiket saja. Namun Direktur Utama TSTJ Bimo Wahyu Widodo Dasir mengatakan, sejumlah 2000 tiket yang disediakan oleh pihak penyelenggara telah habis terjual.
Dalam pelaksanaannya, penonton konser Ngambyarr juga masih dibatasi. Hal ini lantaran kapasitas TSTJ yang pada dasarnya bisa menampung hingga 10.000 penonton harus tetap menerapkan protokol kesehatan yakni dengan pembatasan jumlah penonton. Digelar dengan tetap menerapkan aturan yang ada, sebanyak 150 personel kepolisian akan dikerahkan untuk mengawal berjalannya konser pada malam nanti.







