SOLO, MettaNEWS – Perhelatan musik Tanah Air sempat mengalami vakum total akibat dari pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Hadirnya pentas musik pasca pandemi sangat dinanti oleh masyarakat.
Bagaikan oase, Festival Musik Projek-D Vol.1 Kota Solo dipadati ribuan pengunjung. Tak main-main, volume pertama gelaran ini langsung menghadirkan puluhan musisi Tanah Air dari berbagai genre untuk mengobati rindu penggemar musik dan festival Solo dan sekitarnya, Yogyakarta dan Semarang.
Selama dua hari, 29 dan 30 Oktober 2022, area De Tjolomadoe menjadi kawasan ragam musik Tanah Air yang siap memanjakan penggemar musik dari
berbagai genre ini.
Sebanyak 22 musisi lokal tampil di panggung Projek-D Vol.1 yang tersebar di area De Tjolomadoe.
Pada hari pertama, pintu masuk Projek-D
dibuka pada pukul 14.00 WIB. Kemeriahan
penikmat musik terasa sepanjang siang hingga malam hari, melantunkan lagu-lagu
bersama musisi favorit hingga meramaikan rangkaian acara pendukung.
Kolaborasi Bilal Indrajaya x Ade Paloh sukses menarik perhatian pengunjung dan para penonton ditambah dengan membawakan beberapa lagu SORE yang semakin menarik perhatian untuk disenandungkan bersama pada hari pertama gelaran Projek-D Vol.1 di
panggung Maduswara.
Tak kalah menarik, penampilan dari OKAAY yang terdiri dari Niko dan Kaay. Kaay sang vokalis tampil energik ketika membawakan lagu-lagu andalan.
Selanjutnya penampilan Coldiac yang datang dari Malang juga tidak kalah memanjakan mata dan telinga para penikmat musik, setelah sebelumnya break magrib.

Vierratale pun semakin meramaikan panggung Maduswara dan membuat penonton ikut bernyanyi menikmati lagu-lagu yang dibawakan oleh Widi cs.
Kemeriahan Projek-D pada hari pertama masih berlanjut di panggung yang sama,
Pamungkas dan Ndarboy turut menyuguhkan penampilan terbaik untuk penonton.
Sedangkan di panggung Wirama, ada Delika, Fajar Merah, KILMS, Teori dan Good
Morning Everyone telah membawakan lagu-lagu jagoannya.
Pada tahun pertamanya, Projek-D bertekad untuk merayakan keberagaman musik Indonesia dan sekaligus menjadi penggerak musik lokal yang tidak digelar di kota-kota
besar, tetapi juga turut hadir di kota-kota lain, salah satunya Solo.
“Tentu saja kita ingin memberikan kemeriahan tidak hanya berfokus di kota-kota besar, tapi salah satunya adalah menghadirkan kemeriahan di kota Solo. Pemilihan kota Solo sebagai kota seni
diharapkan dapat memberikan panggung bagi seniman lokal sekaligus mengangkat
keunikan dari kebudayaan yang dimiliki kota Solo.” jelas Ahmad Nihal, Project Manager Projek-D.

Selain menghadirkan berbagai keseruan dari ranah musik, pada pembukaan acara
Projek-D juga menghadirkan pertunjukan dari kebudayaan Solo yang turut
memeriahkan gelaran acara festival musik ini. Di samping itu, keseruan kegiatan
lainnya juga terletak pada area khusus, bazar, festival, dan sejumlah pengalaman visual lainnya yang saling melengkapi dan membuat rangkaian acara Projek-D ini sukses menarik antusiasme banyak pihak.
Projek-D juga semakin lengkap dengan beragam booth yang menawarkan produk pilihan seperti merchandise, food and beverages, healthcare, cuci sepatu, thrift shop, serta photo box.
Pada hari kedua (30/10) keriangan festival musik Projek-D Vol.1 masih berlanjut. Di
panggung Maduswara, Ardhito Pramono membuka penampilan pada pukul 15.15
WIB.
Di panggung yang sama akan ada Reality Club, Soegi Bornean, Kahitna, The Changcuters, Feel Koplo siap menghibur para penonton dengan penampilannya yang
memukau. Selain itu di panggung Wirama, nama-nama seperti The Sailors, Soloensis,
Mawang, Ikkubaru, dan Black Horses siap untuk tampil membawa keseruan kepada
para penikmat musik tanah air.
Seluruh informasi terbaru terkait pelaksanaan Projek-D dapat disimak melalui akun instagram resmi @projek__d.










