SOLO, MettaNEWS – Calon Wali Kota (Cawalkot) Solo, Respati Ardi bersama istrinya, Vanessa Winastesia berboncengan mengendarai Vespa, berbelanja sambil menyapa pedagang di Pasar Kadipolo, Solo, Kamis (26/9/2024) pagi.
Sesampainya di pasar, mereka berdua bersalaman dengan sejumlah pengemudi becak yang lagi menunggu penumpang.
“Kula nuwun, kula Respati Ardi, mohon doa restunipun,” kata Respati kepada sejumlah pengemudi becak yang ditemuinya.
Saat akan masuk ke dalam pasar, Respati, bersama sang istri tercinta, Vanessa, menyalami setiap pedagang dan pengunjung Pasar Kadipolo sambil meminta doa restu.
Respati juga sempat berbincang dengan Andika Sony Indra Suparmanto, salah satu pedagang lombok di Kadipolo.
“Selain belanja wortel dan cabe rawit, tadi Mas Respati juga menanyakan soal harga cabe. Saat ini harga cabe rawit per kilonya Rp 40.000, ini sudah turun. Sekitar dua minggu yang lalu harga cabe rawit Rp 80.000 per kilonya, saat ini harga per-lombok-an turun,” kata Andika Sony.
Andika berharap jika Respati Ardi jadi walikota 2025-2030, bisa menstabilkan harga-harga karena sering naik turun tidak menentu.
“Semoga Mas Respati, bisa lebih baik lagi dan tentunya harga-harga kebutuhan masyarakat bisa stabil,” harap Andika.
Selain berkenalan dan berbincang dengan sejumlah para pedagang di lantai satu dan lantai dua, untuk mendapat berbagai informasi dan permasalahan yang ada di pasar. Respati Ardi dan Vanessa Winastesia juga membeli sejumlah kebutuhan untuk memasak di dapur.
“Saya sering belanja di sini (Pasar Kadipolo) karena rumah mertua di daerah Tipes. Tadi belanja lele, kesukaan saya. Kemudian tempe, buah, sayuran, daging ayam, bumbu pawon dan kebutuhan sehari-hari,” ungkap Ketua Hipmi itu.
Dirinya bersama istri pun menyempatkan sarapan timlo bersama di lantai dua Pasar Kadipolo. Para pedagang dan pengunjung pun turut meminta foto bersama sebelum Cawali Solo itu meninggalkan pasar
Respati mengungkapkan bahwa saat blusukan di Pasar Kadipolo mendapatkan sejumlah masukan dari pedagang dan pengunjung Pasar Kadipolo.
“Masukannya, modern market (pasar modern) akan dibatasi, karena jika modern market terus dikembangkan di Kota Solo, nanti pedagang-pedagang pasar yang terkena dampaknya. Modern market tidak apa-apa, cuma harus ada batasan wilayahnya, jangan sampai terlalu banyak. Nanti ke depan jika saya mendapatkan amanah itu (jadi Wali Kota Solo), modern market akan kita batasi dan kita utamakan untuk pasar tradisional,” pungkas pria lulusan S2 UGM itu.








