Mural di Dinding Gereja Purbayan Jadi Simbol Harmoni dan Toleransi Kota Solo

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS — Pemerintah Kota Surakarta menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba mural “Harmoni of Solo” yang digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan memperkuat pesan toleransi dan keberagaman di Kota Solo.

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme peserta dalam ajang tersebut. Tercatat lebih dari 70 peserta mengikuti lomba mural yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta.

“Alhamdulillah kegiatan lomba mural Harmoni of Solo sudah dilaksanakan dengan baik. Antusiasme peserta cukup tinggi, ada sekitar 70 peserta yang mendaftar dan akhirnya dipilih tiga pemenang terbaik,” papar Astrid saat penyerahan hadiah, Kamis (2/7/2026).

Ia mengatakan, 10 besar finalis sebelumnya telah diberikan kesempatan menuangkan karya mural di dinding Gereja Purbayan. Menurutnya, karya-karya tersebut berhasil merepresentasikan keberagaman masyarakat Kota Surakarta dengan sentuhan budaya lokal.

“Yang menarik, mural-mural yang dibuat sangat bagus dalam menggambarkan keberagaman di Kota Surakarta dengan sentuhan budaya yang ada di dalamnya,” katanya.

Astrid juga mengungkapkan, para pemenang justru berasal dari luar Kota Solo. Juara pertama diraih peserta asal Batang, juara kedua berasal dari Wonosobo dengan karya berjudul “Amor-Amor-Pamor”, sementara juara ketiga diraih tim Kreasi Anak asal Semarang dengan karya bertajuk “Rukun Agama”.

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa citra Kota Solo sebagai kota harmonis dan toleran mulai mendapat perhatian positif dari masyarakat luar daerah.

“Ini menggambarkan bahwa Solo mulai dilihat dari sudut pandang luar kota sebagai kota yang harmonis dan penuh keberagaman. Harapannya, tidak hanya para seniman mural yang datang mempercantik Kota Solo, tetapi juga citra Solo sebagai kota toleran semakin dimaknai positif,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Paroki St. Antonius Padua Purbayan, Pastur Walterus Teguh Santosa, SJ mengaku mendapat banyak apresiasi dari masyarakat terkait hasil mural yang dibuat di area Gereja Purbayan.

“Hasil muralnya bagus sekali. Banyak pujian dari masyarakat. Setiap gambar memiliki pesan yang menantang kita semua untuk hidup di tengah keragaman dan saling memberikan semangat positif demi memajukan Kota Surakarta,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan mural juga mendapat respons positif dari umat karena mampu mengubah tampilan dinding yang sebelumnya dipenuhi coretan tidak pantas menjadi lebih artistik dan bermakna.

“Dulu banyak coretan dan tulisan yang kurang baik. Dengan mural seperti ini, masyarakat berharap karya yang bagus bisa dirawat bersama,” pungkas Romo Teguh..