SOLO, Metta NEWS – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK RI) yang juga salah satu dari Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah yakni Prof. Muhadjir Effendy, mengunjungi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Selasa (25/01/2022).
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Rektor UMS Prof. Sofyan Anif, beserta jajarannya dan Badan Pengurus Harian (BPH) Dahlan Rais, M.Hum.,
Menteri Muhadjir Effendy meninjau rusun atau calon asrama bagi peserta muktamirin yang telah rampung dibangun, selain itu juga meninjau kesiapan UMS yang menjadi tuan rumah Muktamar Muhammadiyah ke-48 pada bulan November tahun ini.
“Dalam kapasitas saya sebagai salah satu ketua PP Muhammadiyah, meninjau kesiapan UMS yang dijadikan tuan rumah Muktamar Muhammadiyah pada bulan November yang akan datang InsyaAllah. Saya kemudian melihat, rusunawa atau calon asrama untuk peserta muktamirin yang sudah selesai dibangun itu. Terdapat 4 rusunawa, 3 diantaranya merupakan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kondisinya sudah selesai, sangat bagus dan sangat layak untuk menjadi tempat menginap muktamirin,” ujar Muhadjir.
Muhadjir juga meninjau Edutorium K.H. Ahmad Dahlan yang akan menjadi pusat Muktamar Muhammadiyah ke-48. Muhadjir kagum dan mengatakan gedung Edutorium sangat bagus, futuristik, konstruksi sangat kokoh dan artistik serta teknologi yang paling mutakhir dengan teknologi struktur ball joint dari Jerman.
Dia sangat optimis dengan diselenggarakannya Muktamar dan berharap dapat dilaksanakan secara luring. Muhadjir menambahkan pihaknya sudah berkomunikasi dengan Wali Kota Gibran yang berharap muktamar dilaksanakan secara luring.
“Pemerintah Kota Surakarta sangat siap untuk menyambut muktamar, karena itu kami akan berupaya keras bagaimana nanti muktamar yang dilaksanakan di Solo akan berlangsung secara maksimal. Ketika Covid-19 sudah tidak lagi jadi pandemi, tapi menjadi endemi, nantinya muktamar tetap dapat dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat,” pungkas Muhadjir.








