SOLO, MettaNEWS – Jajaran pemain film horor Alas Roban menyapa langsung para penggemar di Kota Solo menjelang penayangan perdananya pada 15 Januari 2026.
Meet and greet bersama ratusan penonton usai gala premier di XXI Solo Michelle Ziudith, Fara Shakila, dan Taskya Namya hadir membagikan pengalaman selama proses produksi film yang mengangkat folklor legendaris jalur angker Alas Roban.
Michelle Ziudith sebagai Sita mengungkapkan, salah satu hal paling menarik dari film ini adalah keputusan tim produksi untuk melakukan pengambilan gambar langsung di kawasan Alas Roban yang dikenal sakral dan penuh pantangan.
“Menariknya adalah syuting-nya langsung di Alas Roban. Sudah jelas-jelas di situ memang masih dilarang banget dan tempatnya masih sangat sakral banget. Tapi kita memutuskan untuk syuting di tempatnya langsung, yang di mana berarti banyak yang boleh dilakukan dan sangat tidak boleh dilakukan,” ujar Michelle, Sabtu (27/12/2025) di XXI Solo Paragon Mall.
Ia menambahkan, keputusan tersebut diambil demi mendapatkan atmosfer cerita yang otentik.
“Nah menariknya di situ tuh, karena walaupun tempat itu mungkin memang masih sangat klenik sekali, tapi tim memutuskan untuk tetap shooting di situ agar mendapatkan semua suasana misteri, semua tempat-tempat tragedi yang memang diperlukan,” lanjutnya.
Fara Shakila yang memerankan karakter Gendis juga membagikan pengalamannya selama syuting.
Arris cilik ini mengakui ada momen-momen menegangkan yang tak terlupakan.
“Seru, pernah kejadian horor. Langsung ke Alas Robannya. Takut sih sebenarnya,” ungkap Fara sambil tersenyum.
Sementara itu, Taskya Namya yang berperan sebagai Tika menilai pengalaman paling berkesan justru datang dari sisi kebersamaan para pemain.
Selain itu, ia merasa film ini menjadi momen reuni dengan Michelle Ziudith setelah belasan tahun.
“Kalau aku pengalaman menariknya menurutku karena ketemu sama Michelle lagi setelah 12 tahun yang lalu. Ini film horor pertama bareng sama Michelle. Dulu kita ketemu di film di FTV pertama kali,” kata Taskya.
Ia menambahkan, proses membangun chemistry berjalan dengan sangat mudah.
“Terus alhamdulillah ngatur chemistry nya dengan semua cast yang ada di sini mudah, dan juga sama sutradaranya mudah. Kalau pengalamannya pasti setiap film punya pengalaman masing-masing yang berkesan. Dan menurut aku salah satunya yang berkesan adalah kebersamaan kami para cast sih. Karena kalau horor, horor lagi neh,” ujarnya sambil tersenyum.
Ketika ditanya alasan mengapa pecinta film harus menyaksikan Alas Roban, Michelle menekankan kekuatan cerita yang berangkat dari folklor yang sudah melekat di masyarakat.
“Karena ini folklor yang pastinya sudah sangat diketahui banyak orang Indonesia. Sangat melegenda sekali kalau memang jalanan Alas Roban itu banyak menyimpan misteri juga tragedi,” jelas Michelle.
Ia menambahkan, film ini tidak hanya menawarkan teror, tetapi juga emosi yang hangat.
“Difilmkan dan dikemas dengan sangat hangat lewat kisahnya ibu Sita, Tika, dan juga Gendis. Aku rasa ini akan menjadi salah satu film horor yang menyeramkan sekaligus menghangatkan hati,” tuturnya.
Pendapat serupa disampaikan Taskya Namya. Menurutnya, Alas Roban menyajikan horor sekaligus drama yang menyentuh.
“Film Alas Roban ini kalau kalian memang mencari sebuah kehororan, ini pasti akan ada. Tapi ada cerita di paling belakang yang akan bikin kalian menangis dan kangen sama ibu kalian masing-masing,” katanya.
Film Alas Roban berkisah tentang Sita (Michelle Ziudith), seorang ibu tunggal yang lama hidup dalam keterbatasan di Pekalongan. Ia mendapat pekerjaan di rumah sakit Semarang dan berangkat bersama putrinya, Gendis (Fara Shakila), yang memiliki keterbatasan penglihatan, menaiki bus terakhir melalui jalur angker Alas Roban.
Tetapi bus yang mereka tumpangi mogok di tengah perjalanan dan di tengah jalur Alas Roban. Sejak kejadian itu, Gendis mulai mendengar suara asing, menggambar simbol misterius, dan mengalami kerasukan setiap malam, seolah ada sosok yang ingin mengambil jiwanya.
Dengan bantuan sepupunya, Tika (Taskya Namya), serta Anto (Rio Dewanto), seorang sopir ambulans yang memahami mitos Alas Roban, Sita mengetahui bahwa Gendis menjadi incaran Dewi Raras (Imelda Therinne). Sosok tersebut murka karena janji ritual lama yang dilupakan.
Demi menyelamatkan putrinya, Sita harus kembali ke Alas Roban bersama seorang penjaga spiritual, Bu Emah (Dewi Pakis), untuk menggelar ritual terakhir sebelum malam keramat tiba.
Film Alas Roban diproduseri oleh Oswin Bonifanz, disutradarai Hadrah Daeng Ratu, dengan naskah yang ditulis oleh Evelyn Afnilia, dan diproduksi oleh Unlimited Production. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 15 Januari 2026.







