Mercure Solo Ajak PKK Sulap Kain Perca Batik Jadi Karya Kreatif

oleh
oleh
{"tiktok_developers_3p_anchor_params":"{"os":"ios","client_key":"aw889s25wozf8s7e","capability_name":"capcut_image_filters,capcut_photo_editor","editType":"image_edit","source_type":"vicut","region":"ID","source_platform":"mobile_1","enterFrom":"new_image","pictureId":"048CF464-EA58-4AF6-AF8E-8B55978DB623","product":"vicut","appVersion":"19.4.0"}","data":{"capability_name":"capcut_image_filters,capcut_photo_editor","pictureId":"048CF464-EA58-4AF6-AF8E-8B55978DB623","source_platform":"mobile_1","os":"ios","client_key":"aw889s25wozf8s7e","appVersion":"19.4.0","source_type":"vicut","editType":"image_edit","product":"vicut","region":"ID","enterFrom":"new_image"},"source_type":"vicut"}

SOLO, MettaNEWS – Peringatan Hari Batik Nasional di Kota Solo diisi dengan cara kreatif oleh Mercure Solo melalui rangkaian kegiatan bertajuk “Merangkai Wastra, Merawat Warisan”.

Menggabungkan unsur pelestarian budaya, kreativitas, dan gaya hidup sehat, kegiatan tersebut diikuti 30 anggota Tim Penggerak PKK Kota Surakarta. Mercure Solo berkolaborasi dengan Batik Putra Bengawan menggelar Workshop Upcycling Batik, sekaligus menghadirkan kegiatan Yoga Berkain.

Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai pemanfaatan kain perca batik menjadi produk baru yang memiliki nilai guna dan estetika. Salah satu praktik yang dilakukan adalah mengolah sisa potongan kain batik menjadi bros.

Kegiatan itu menunjukkan bahwa kain perca yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah tekstil masih memiliki potensi untuk diolah menjadi produk kreatif bernilai ekonomi sekaligus membawa nilai budaya.

Melalui konsep upcycling, peserta diajak melihat kembali potensi material yang masih bisa dimanfaatkan. Selain mengurangi limbah tekstil, pemanfaatan kain perca batik juga menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya Indonesia.

Padukan Batik dengan Gaya Hidup Sehat

Selain workshop, Mercure Solo menghadirkan Yoga Berkain sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Batik Nasional.

Kegiatan yang terselenggara melalui kolaborasi dengan DiNADI dan Serenity Asana tersebut memadukan aktivitas kesehatan dan ketenangan pikiran dengan kecintaan terhadap budaya lokal.

Para peserta mengikuti sesi yoga dengan mengenakan kain batik. Konsep tersebut memberikan pengalaman berbeda sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap wastra Nusantara.

General Manager Mercure Solo, Intan Alice, mengatakan Hari Batik Nasional menjadi momentum yang tepat untuk mendekatkan masyarakat dengan warisan budaya Indonesia melalui kegiatan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

“Melalui kegiatan Merangkai Wastra, Merawat Warisan, kami ingin menunjukkan bahwa batik tidak hanya dapat dikenakan, tetapi juga dapat diolah kembali menjadi karya yang bernilai. Di saat yang sama, kami juga ingin menghadirkan pengalaman yang menggabungkan budaya, kreativitas, dan wellness sebagai bagian dari komitmen Mercure Solo dalam mendukung pelestarian budaya lokal dan praktik berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, pelestarian budaya dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk dengan melibatkan masyarakat dalam aktivitas kreatif yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dorong Kolaborasi dengan Komunitas Lokal

Sebagai hotel yang mengusung semangat Locally Inspired, Mercure Solo berkomitmen menghadirkan berbagai program yang mendukung pelestarian budaya, pemberdayaan komunitas lokal, serta menciptakan pengalaman bermakna bagi masyarakat dan tamu.

Kolaborasi dengan pelaku UMKM, komunitas, dan organisasi masyarakat menjadi bagian dari upaya tersebut. Melalui kolaborasi itu, Mercure Solo berharap dapat terus berkontribusi dalam menjaga kekayaan budaya sekaligus mendorong praktik yang lebih berkelanjutan.

Mercure Solo merupakan hotel kelas menengah bertaraf internasional yang dikelola jaringan manajemen hotel global Mercure. Hotel tersebut memiliki nilai sejarah karena berdiri di atas lahan bekas pabrik es legendaris pada masa pemerintahan Belanda.

Mercure Solo memiliki 136 kamar yang terdiri dari tipe Classic, Privilege, Executive, dan Suite. Memadukan desain modern dengan sentuhan budaya Jawa, hotel ini menghadirkan kenyamanan sekaligus nuansa khas Kota Solo.

Interior hotel menggunakan warna-warna hangat dengan berbagai dekorasi yang dirancang untuk menyambut pelaku bisnis maupun wisatawan.

Melalui “Merangkai Wastra, Merawat Warisan”, peringatan Hari Batik Nasional tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal, mengolah, dan merawat batik melalui kreativitas serta gaya hidup berkelanjutan.