KARANGANYAR, MettaNEWS – Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menghadirkan inovasi di dunia investasi dengan memperkenalkan Waran Terstruktur. Sebuah instrumen baru yang memungkinkan investor meraih potensi keuntungan besar dari pergerakan saham unggulan dengan modal yang lebih ringan.
Hal tersebut disampaikan dalam workshop edukasi pasar modal yang digelar oleh BEI Perwakilan Jawa Tengah 2 di Karanganyar, Kamis (2/10/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik, Kepala Divisi Pengembangan Bisnis 2 BEI Ignatius Denny Wicaksono, dan Kepala BEI Jateng II M Wira Adibrata.
Waran Terstruktur: Saham dengan Efisiensi Modal
Kepala Divisi Pengembangan Bisnis 2 BEI, Ignatius Denny Wicaksono, menjelaskan bahwa Waran Terstruktur ibarat “anak kandung” dari saham, diterbitkan oleh lembaga keuangan, dan bisa diperdagangkan di pasar sekunder seperti saham biasa.
“Waran ini memberi hak kepada investor untuk membeli (call) atau menjual (put) saham tertentu di harga dan waktu yang sudah ditentukan. Tapi modal yang dibutuhkan jauh lebih kecil karena hanya perlu membayar premi,” terangnya.
Keunggulan utama Waran Terstruktur adalah efek leverage, yang memungkinkan investor mendapatkan eksposur terhadap pergerakan saham-saham besar, tanpa harus membeli sahamnya secara penuh.
“Kalau sahamnya naik atau turun sesuai prediksi, investor bisa cuan besar. Dan saat jatuh tempo, keuntungan akan ditransfer langsung dalam bentuk tunai ke rekening investor,” tambahnya.
Risiko Tetap Ada
Meski menarik, Denny menekankan bahwa Waran Terstruktur bukan tanpa risiko. Investor perlu mewaspadai:
- Risiko Waktu: Waran punya masa berlaku. Jika tidak menguntungkan saat jatuh tempo, premi bisa hangus.
- Risiko Penerbit: Jika penerbit gagal membayar, investor bisa rugi.
- Risiko Saham Dasar: Nilai waran sangat tergantung pada kinerja saham dasarnya.
“Investor harus benar-benar memahami cara kerja dan risikonya. Jangan hanya tergiur potensi keuntungannya,” ujarnya.
Pasar Modal Indonesia Kian Dilirik Dunia
Sementara itu, Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengungkapkan bahwa kapitalisasi pasar BEI per Agustus 2025 telah mencapai Rp13.400 triliun, menjadikan Indonesia masuk dalam jajaran 20 bursa terbesar di dunia.
Aktivitas perdagangan juga sangat tinggi, dengan nilai transaksi harian mencapai Rp13,4 triliun — menempatkan BEI sebagai bursa ke-11 terbesar secara global dalam hal volume perdagangan.
BEI juga terus mengembangkan produk investasi baru, seperti bursa karbon, short selling, liquidity provider, hingga instrumen repo.
Edukasi Pasar Modal Diperluas
Kepala BEI Jateng II M Wira Adibrata menegaskan bahwa kegiatan edukasi seperti ini penting untuk meningkatkan literasi dan partisipasi masyarakat di pasar modal.
“Waran Terstruktur adalah salah satu instrumen yang sedang kami dorong untuk dikenal lebih luas. Edukasi semacam ini terbukti meningkatkan jumlah investor, khususnya di wilayah Jateng II,” ujarnya.
Dengan semakin banyak pilihan investasi dan edukasi yang berkelanjutan, pasar modal Indonesia kian inklusif dan menjanjikan bagi investor dari berbagai kalangan.








